Anggawira/Net
Anggawira/Net
"Akar persoalan dari perusahaan pelat merah bukan terletak pada tenaga kerja WNA atau WNI yang mengelola. Tapi, pada tata kelola perusahaan dan banyaknya kepentingan politik yang dicampur adukan dalam pekerjaan," papar Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, Kamis (5/1).
Komentar tersebut menyusul perkataan Presiden Joko Widodo yang ingin agar perusahaan-perusahaan BUMN dipimpin oleh Warga Negara Asing (WNA) profesional. Dengan begitu, Presiden meyakini kinerja perusahaan negara akan menjadi lebih optimal. Selain itu, Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar dari kemajuan perusahaan milik negara di Uni Emirat Arab (UEA), dan negara tetangga Singapura, yang menerapkan langkah serupa.
Populer
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
UPDATE
Senin, 06 April 2026 | 08:19
Senin, 06 April 2026 | 08:06
Senin, 06 April 2026 | 08:00
Senin, 06 April 2026 | 07:48
Senin, 06 April 2026 | 07:36
Senin, 06 April 2026 | 07:21
Senin, 06 April 2026 | 07:06
Senin, 06 April 2026 | 06:32
Senin, 06 April 2026 | 06:12
Senin, 06 April 2026 | 06:07