Berita

Politik

Tim Anies-Sandi Akan Laporkan Akun-Akun Palsu

RABU, 04 JANUARI 2017 | 23:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tim sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno menemukan banyaknya akun-akun palsu di media sosial mengatasnamakan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 tersebut, yang dibuat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Akun-akun palsu tersebut bermuatan provokasi, menjatuhkan lawan, atau mencoreng nama baik salah satu kandidat.   

"Seakan-akan membuat akun medsos mengatasnamakan Anies-Sandi tapi isinya adu domba paslon lain. Kami di Anies-Sandi sudah ada koridornya, tidak pernah masuk ke ranah adu domba. Ketika kita adu gagasan ya program pasangan calon lain yang kita adu argumen agar masyarakat tercerahkan," jelas Koordinator INSIDER (Anies-Sandi Digital Volunteer), Anthony Leong, dalam keterangannya (Rabu, 4/1).


Atas beredarnya akun-akun palsu tersebut, pakar digital Marketing itu mensinyalir adanya kepanikan dari timses pasangan calon lain sehingga menghalalkan cara tak terpuji untuk menjatuhkan.

"Akun sosmed yang palsu ini kayak kemarin muncul akun fanpage facebook Sahabat Anies Sandi, Anies-Sandi, dan lainnya itu menandakan bahwa tim lain mulai panik dengan pasangan Mas Anies - Bang Sandi yang sudah teruji rekam jejaknya, dan layak pimpin Jakarta," tuturnya.

Juru bicara tim pemenangan Anies-Sandi ini lebih lanjut menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap akun sosial media tidak resmi yang menamakan dirinya sebagai tim Anies-Sansi.  Ia juga menduga akun-akun tersebut berasal dari tim pesaing.

"Ini jelas bukan tim kami. Yang begitu akan kita laporkan pada pihak berwajib, yang lalu juga sudah banyak akun yang ditutup setelah kami laporkan," tegasnya.

Menurut fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), pembuatan akun-akun palsu mengatasnamakan Anies-Sandi tersebut karena tim lain kewalahan dan mungkin mulai panik melihat pergerakan kampanye Anies-Sandi yang kian disukai masyarakat. zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya