Berita

Foto/Net

Politik

Soal "Fitsa Hats", Pengamat: Ahok Memang Jago Mengalihkan Isu

RABU, 04 JANUARI 2017 | 15:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan "Fitsa Hats" sebaiknya disudahi saja. Mejelis hakim, jaksa penuntut umum, terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dan penasehat hukum, serta para saksi, diminta fokus pada materi persidangan.

Sementara masyarakat termasuk 'warga' media sosial harusnya fokus mengawasi persidangan Ahok yang saat ini sudah memasuki tahap pembuktian.

"Mari semua fokus kepada kasus hukumnya," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago kepada redaksi, Rabu (4/1).


Menurutnya, munculnya frasa "Fitsa Hats" karena Ahok ingin mengalihkan isu dan membuat 'agenda baru'. Khusunya, mengalihkan perhatian publik agar tidak memperhatikan meteri-materi pembuktian di persidangan.

"Ahok jago soal ini. ("Fitsa Hats") ini jelas diskusi dan perbincangan yang tidak produktif," ujar Pangi.

Dan lebih luas lagi, lanjut dia, perbicangan soal "Fitsa Hats" bisa mengganggu stabilitas politik nasional dan merongrong Pancasila, karena saling sindir dan saling menjatuhkan.

"Apakah ini kepribadian Indonesia?" tukas Pangi, pengamat politik UIN Jakarta ini.

Kemarin (Selasa, 3/1), usai persidang keempat kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok, calon gubernur petahana itu menuding saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Habib Novel, malu pernah bekerja di restoran cepat saji waralaba asal Amerika Serikat, Pizza Hut, dan karena itu menulis "Fitsa Hats" untuk bagian penjelasan mengenai riwayat kerja di dalam Berita Acara Pemeriksaan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya