Berita

Foto/Net

Hukum

Ahok Bakal Dilaporkan Soal Pernyataan "Fitsa Hats"

RABU, 04 JANUARI 2017 | 14:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain memperolok-olok, terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) juga diduga memfitnah saksi Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

Kemarin (Selasa, 3/1), usai persidang keempat Ahok, calon gubernur petahana itu menuding saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Habib Novel, malu pernah bekerja di restoran cepat saji waralaba asal Amerika Serikat, Pizza Hut, dan karena itu menulis "Fitsa Hats" untuk bagian penjelasan mengenai riwayat kerja di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Dia (Habib Novel) kerja dari tahun 92 sampai 95 di Pizza Hut. Tapi mungkin karena dia malu kerja di Pizza Hut karena itu punya Amerika, dia sengaja menuliskan 'Fitsa Hats'," ujar Ahok.


Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempelajari pernyataan Ahok itu.

"Kami saat ini sedang rapat mempelajari pernyataan ("Fitsa Hats") tersebut. Dan rencananya sore ini kami akan laporkan Ahok ke Polda Metro Jaya dengan pasal pencemaran nama baik,," ujar Habiburokhman kepada redaksi sesaat lalu, Rabu (4/1).

Jelas dia, yang dipermasalahkan bukan soal "Fitsa Hats" di BAP. Tapi pernyataan Ahok diduga melanggar hukum dengan mengatakan Habib Novel malu kerja di Pizza Hut.

"Ahok harus mempertanggungjawabkan pernyataannya itu," tegas Habiburokhman.

Habib Novel yang juga anggota ACTA, lanjut Habiburokhman, tidap pernah malu kerja Pizza Hut.

"Apanya yang malu, Habib Novel bekerja di situ secara halal, keluar keringat dapat upah. Artinya, tidak mencuri, tidak menipu, dan tidak korupsi. Jadi sama sekali tidak benar ada penyembunyian fakta tersebut," paparnya.

Terakhir, simpul Habiburokhman, Ahok diduga memperolok-olok dan menfitnah Habib Novel dengan mengatakan, Habib Novel malu bekerja di Pizza Hut. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya