Berita

Hukum

Polri Duga Ada Yang Menggerakkan Penulis Jokowi Undercover

RABU, 04 JANUARI 2017 | 14:00 WIB | LAPORAN:

Polisi masih mendalami dugaan lain yang terkait buku kontroversial Jokowi Undercover karangan Bambang Tri. Dari hasil pemeriksaan sementara, Bambang dianggap tidak kompeten untuk menulis sebuah buku.

"Kami akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia (Bambang). Kita akan lihat siapa di belakang dia. Kami akan usut. Tolong catat itu," tegas Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/1).

Sebelumnya, tim Bareskrim Polri menilai kemampuan intelektual Bambang relatif menengah ke bawah. Selain itu, Bambang tercatat hanya lulusan SMA dan tidak memiliki kemampuan menganalisa menggunakan metodologi ilmiah.


"Kalau kemampuan menulisnya berantakan, tidak mengikuti sistematika pelajaran-pelajaran terdidik. Yang sarjana sekelas skripsi saja tidak (menulis seperti itu)," ucap Tito.

Bambang Tri dijerat Pasal 16 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Jika terbukti bersalah, Bambang terancam hukuman pidana maksimal lima tahun penjara.

Pasal tersebut dijeratkan kepadanya terkait laporan warga bernama Michael Bimo dengan tuduhan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah. Khususnya, terkait tulisan Bambang di bukunya yang menyebut Presiden Joko Widodo adalah anak dari salah satu tokoh Partai Komunis Indonesia, Widjiatno alias "Nyoto". [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya