Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Hukum

Panglima Gatot Janji Basmi Pejabat TNI Yang Korupsi

Di Mabes Cilangkap
RABU, 04 JANUARI 2017 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kasus Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menyeret perwira TNI bikin geram Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia pun berjanji memberantas pejabat TNI  yang melakukan korupsi.

Tim anti korupsi pun akan dibentuk agar lingkungan TNI terbebas dari tindakan yang dapat mencoreng citra sekali­gus menghambat kemajuan dan pembangunan.

"Tahun ini, fokus TNIadalah bersih-bersih dari masalah koru­psi, dan saya perintahkan kepada Irjen TNI, POM TNI dan petugas lain membentuk tim anti koru­psi yang berfungsi melakukan bersih-bersih terhadap korupsi," kata Gatot saat Apel Luar Biasa Gabungan seluruh Prajurit dan PNS di Mabes TNI, Cilangkap, kemarin.


Bekas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan, pembentukan tim tersebut, di dasari adanya korupsi yang da­pat berdampak buruk terhadap kemajuan dan pembangunan TNI. Sehingga pelaku korupsi baik dari oknum pejabat TNI yang mempunyai wewenang, dan bukan prajurit di lapangan, harus diberantas.

"Kita harus melindungi TNI, prajurit dari kelakuan oknum pejabat TNI yang korup," te­gasnya.

Arahan Gatot terkait pemberantasan korupsi ini, tak lepas dari terungkapnya kasus suap terkait pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) beberapa waktu lalu.

Dalam kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, seorang perwira tinggi TNI yang bertugas di Bakamla menjadi tersangka.

Gatot mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengungkapan dugaan suap proyek pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut ( Bakamla).

"Terima kasih kepada KPK. Kami harap ini kejadian terakhir pelanggaran prajurit TNI," katanya.

Ia memastikan, tidak ada inter­vensi dari pihak mana pun dalam penuntasan kasus ini. Gatot mengajak seluruh pihak untuk memantau proses persidangan terhadap Bambang.

"Proses peradilan nanti akan dilaksanakan secara terbuka, te­gas, tak ada intervensi dari siapa pun. Silakan memonitor dalam persidangan, tentunya setelah penyidikan selesai," kata dia.

Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Dodik Wijanarko mempersilakan media meliput proses sidang terhadap tersangka Bambang.

"Dalam proses peradilan mi­liter nanti silakan saja meli­put berkaitan dengan peradilan Laksamana BU kalau nanti su­dah diacarakan di pengadilan," ujar Dodik.

Sebagaimana diketahui, kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan KPK terkait kasus suap pengadaan lima unit alat monitoring satelit di Bakamla dengan nilai pagu proyek tersebut mencapai Rp402.710.273.000.

Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan empat orang se­bagai tersangka.Yaitu, Deputi Informasi Hukum dan Kerja sama Bakamla, Eko Susilo Hadi, Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Fahmi Darmawansyah, serta dua pegawainya Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus. Mereka sudah ditahan KPK.

Dalam pengembangannya, KPK berkoordinasi dengan Polisi Militer (POM) TNI terkait dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam kasus tersebut. Dari hasil koordinasi itu, POM TNI melakukan penyelidikan dan menetapkan Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama TNI Bambang Udoyo sebagai tersangka.

Dari hasil penggeledahan di rumah Laksma Bambang, POM TNI mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya uang 80 ribu dolar Singapura dan 15 ribu dolar Amerika Serikat, yang keseluruhannya bila dikonversi ke rupiah setara Rp 980 juta.

Di samping itu, Jenderal bin­tang empat itu mengatakan, bahwa tantangan pada tahun 2017 akan semakin kompleks. Salah satunya, semakin masifnya penggunaan media sosial yang menjadi medan pertempuran baru oleh kelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya.

"Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial juga dapat me­nyebabkan perpecahan, memba­hayakan persatuan dan kesatuan, Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme," terangnya.

Oleh karenanya, dia meminta jajarannya untuk lebih cerdas da­lam memilah informasi. Bahkan, dia mengintruksikan kepada seluruh prajurit militer untuk percaya pada Komandan Satuan masing-masing.

"Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak benar. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong tersebut, percayalah kepada Komandan Satuanmu masing-masing," ujarnya.

Terlebih lagi, tahun ini bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi berupa Pilkada Serentak. Dalam pesta terse­but, dipilih Gubernur maupun Bupati/Walikota di berbagai daerah di Indonesia.

"Kepada seluruh Prajurit TNI, saya perintahkan agar bersikap netral dan melaksanakan penga­manan sesuai dengan prosedur yang berlaku," tuturnya.

Gatot juga mengatakan, pada tahun 2016 lalu, jajarannya telah melaksanakan bersih-bersih diri dari narkoba. Meski dalam melaksanakan tugas masih ada prajurit-prajurit yang tidak se­suai dengan aturan, mencoreng nama baik TNI.

"Kepada prajurit TNI terlibat masalah narkoba, tidak ada ampun lagi, apabila terkena dipecat. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI Pasal 62," tegasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya