Berita

Foto: Net

Politik

Denny JA: Ahok Kandidat Gubernur Jakarta yang Paling Tidak Disukai, Ini Alasannya

SELASA, 03 JANUARI 2017 | 10:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak berlebihan bila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta yang paling tidak disukai.

Menurut polster papan atas pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA setidaknya ada delapan alasan untuk mendukung preposisi itu.

Menurut Denny JA dalam keterangannya yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 3/12), survei yang dilakukan semua lembaga survei periode November- Desember 2016 mengenai tingkat kesukaan atas Cagub mengisyaratkan hal itu.


Apa saja kedelapan alasan mengapa Ahok menjadi kandidat Gubernur Jakarta yang paling tidak disukai?

Ini daftarnya.

1. Ahok sewenang wenang dengan rakyat kecil, memecat seorang kepala sekolah ketika Ahok berkuasa. Kepala sekolah itu menggugatnya dan menang secara hukum.

2. Ahok sewenang wenang dengan rakyat kecil, memaki seorang ibu rumah tangga dengan sebutan maling di muka publik sebelum ada bukti ibu itu memang maling.

3. Ahok sewenang wenang dengan rakyat kecil, menggusur mereka untuk kasus yang rakyat kecil itu tak boleh digusur begitu saja. Ini kasus penggusuran di Bidara Cina.

Yang digusur menggugat ke pengadilan dan hukum memenangkan mereka.

4. Ahok ketika berkuasa arogan, tak sabar menghadapi kritik, dan mengatakan kepada yang demo siram saja pakai bensin dan bakar.

5. Ketika berkuasa, Ahok arogan, tidak menghormati hak asasi warga dan menyatakan siap membunuh 2.000 orang demi menyelamatkan 10 juta rakyat.

6. Ketika berkuasa, Ahok tidak low profile, tak peduli omongan kasarnya menjadi teladan buruk anak- anak. Di depan TV berulang kali ia katakan: Taik, Taik!

7. Ketika berkuasa, Ahok tak mengembangkan empati. Para ibu yang menangis karena rumahnya digusur, bukannya ia hadapi dengan simpatik, tapi ia lecehkan dengan menyatakan para ibu main sinetron.

8. Ketika berkuasa, Ahok tidak menghormati agama mayoritas pemilih Jakarta, yang bukan agamanya, sehingga ia kini menjadi terdakwa kasus penistaan agama.

"Doa mereka yang teraniaya di atas bergema. Cepat sekali efek jeritan rakyat kecil itu. Ahok yang tadinya begitu perkasa, dominan di aneka survei, kini hanya nomor dua," ujar Denny JA.

Namun demikian, sebutnya, Ahok masih bisa menang karena masih ada waktu bagi Ahok untuk bangkit. Kecuali jika mereka yang anti Ahok terus berkampanye untuk gubernur baru, mengawal suara, hingga pencoblosan di TPS 15 Febuari 2017 nanti.

"Dengan ikut menyebarkan info ini seluas luasnya, hingga 15 Febuari 2017, diulang-ulang, besar kemungkinan doa mereka yang selama ini merasa teraniaya, semakin bergema," sambung Denny JA.

"Keadilanpun akan datang dengan mengirimkan Jakarta seorang gubernur baru, yang lebih peduli dan mengharga rakyat kecil dan para ibu," demikian tutupnya. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya