Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

REPORTASE DUMAY

Pakar Filsafat dan Logika: Hoax Terbaik Versi Pemerintah

SELASA, 03 JANUARI 2017 | 07:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pakar filsafat dan logika Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia Rocky Gerung berusaha mendekati hoax atau kabar tidak benar dari sisi yang berbeda.

Menurut Rocky Gerung, hoax bisa dilihat sebagai tanda-tanda protes yang menawarkan optismisme.

"Ada protes pertanda ada alternatif. Ada alternatif pertanda tak ada pesimisme," demikian salah satu twit Rocky hari Senin kemarin (2/1).


Secara umum, demikian disimpulkan dari serangkaian twitnya, ada dua pelaku hoax, yakni penguasa atau pemerintah, dan rakyat.

Penguasa membuat hoax demi keperluan berhias. Sementara hoax dari rakyat sinyal kuat ketidakpercayaan pada penguasa.

"Pelaku utama hoax adalah penguasa. Perlu untuk berhias. Hal yang biasa… Kalo hoax itu dari rakyat, artinya ada yang gak percaya lipstik penguasa," kata pria kelahiran Manado ini dalam dua twit yang terpisah.

Dia juga mengingatkan bahwa hoax adalah mekanisme sibernetika politik dan bagus untuk demokrasi. Pemerintah yang paranoid akan menjadi mainan brain trust mutakhir. Hoax pun akan tumbuh subur bila pemerintah reaksioner dan tak punya sistem evalusi opini publik.

Dari dua pelaku hoax tadi, masih menurut Rocky, yang memiliki kemampuan paling dahsyat dalam memproduksi hoax adalah penguasa.

"Hoax terbaik adalah hoax versi penguasa. Peralatan mereka lengkap: statistik, intelijen, editor, panggung, media, Lu tambah sendiri deh," ujar Rocky.

"Hoax itu bohong yg dibuat masuk akal. Tapi hanya efektif mempengaruhi massa bila anda menguasai media massa. Hanya penguasa yang mampu," kata dia lagi.

Serangkaian twit Rocky Gerung disambut dengan beragam pendapat. Ada yang mendukungnya, tetapi tak sedikit juga yang mengecamnya.

"Gile bener. Gue ngetuit versi dekonstruksi dari hoax. Cuman twit seupil, caci-makinya segerobak. Ini para pemuja negara makin buta. Absurd!" twit Rocky Gerung lagi.

"Apa musti diterangin bahwa para nabi dulu dianggap penyebar hoax? Sains dan seni juga banyak hoax. Tapi kan ada metode filter. Bukan ngamuk," sambungnya.

Menurut Rocky, sikap kritis terhadap kekuasaan sama dengan sikap kritis terhadap semua ortodoksi: patriarki, kampus, agama, kultur. Sayangnya, sikap kritis itu kini luntur. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya