Berita

Hukum

500 Orang Lebih Dari FUI Akan Kawal Sidang Ahok

SELASA, 03 JANUARI 2017 | 06:55 WIB | LAPORAN:

. Massa dari ormas Islam Forum Umat Islam (FUI) memastikan hadir untuk  mengawal sidang lanjutan perkara penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa pagi (3/1).

Koordinator aksi FUI, Andi Hasbi mengatakan, lebih dari 500 orang yang akan hadir dalam sidang dengan agenda mendengarkan keter angam saksi tersebut.

"Ya, benar. Ada 500-800 massa yang akan hadir," ujar Andi saat dikonfirmasi.


Sebelumnya, pihak FUI telah menyebarkan pesan berantai melalui pesan singkat elektronik kepada seluruh massanya untuk hadir dalam persidangan Ahok.

Rencananya, ormas tersebut akan bergabung dengan kelompok Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI di Pintu Gerbang Gedung Kementan, pukul 07.00 WIB. Tepatnya, di jalur ke arah Ragunan, dengan titik kumpul awal di Masjid Nurul Falah.

"Nanti, kita akan kumpul dulu di Masjid Nurul Falah untuk pembagian Atribut Aksi. Setelah itu, start Jalan ke lokasi aksi tepat pukul 07.00 WIB," paparnya.

Dalam pesan berantai tersebut, Andi juga mengimbau agar massa dari FUI membawa bekal makan dan minum, serta obat-obatan pribadi. Serta, perlengkapan lainnya seerti payung atau jas hujan sebagai antisipasi jika cuaca kurang bersahabat.

Pemindahan lokasi sidang lanjutan perkara Ahok telah disetujui Mahkamah Agung (MA) melalui surat keputusan nomor 221/KMA/SK/2016 tertanggal 22 Desember 2016. Sidang yang semula digelar di kantor sementara Pengadilan Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, dipindahkan ke Auditorium Kementan atas permohonan Polda Metro Jaya dan Kejati DKI dengan alasan kemananan. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya