Berita

Net

Bisnis

DPR Bakal Tanya Keputusan Menkeu Stop Kemitraan JP Morgan

SENIN, 02 JANUARI 2017 | 22:14 WIB | LAPORAN:

Komisi XI DPR bakal mempertanyakan keputusan Kementerian Keuangan memutus kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank N.A. sebagai bank persepsi dalam program pengampunan pajak (tax amnesty).

"Itu pasti akan kita tanyakan nanti," kata anggota Komisi XI Refrizal saat dihubungi, Senin malam (2/1).

Menurutnya, masalah perpajakan tetap menjadi sorotan komisi keuangan. Salah satunya target perolehan pajak dari program tax amnesty yang digadang-gadang pemerintah selama ini. Namun, pemerintah malah memutus kontrak kerja sama dengan salah satu bank pengepul tax amnesty.     


"Termasuk yang banyak diperbincangkan sekarang. Misal, ini kan wajib pajak semakin banyak dan objek pajak naik, kalau pendapatan negara turun itu kan aneh, itu jungkir balik," jelas Refrizal.  

Hal tersebut menjadi bahan keterangan yang akan digali dari pemerintah. Sebab, target pajak yang sulit tercapai tidak sesuai dengan jumlah wajib pajak dan objek pajak.

"Di mana hilangnya, itu harus dipertanyakan," katanya.  

Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) tersebut memastikan bahwa rakyat semakin terjepit dengan keputusan pemerintah menaikkan tarif objek pajak. Seharusnya, lanjut Refrizal, pemerintah terus mengejar wajib pajak lebih banyak lagi agar target pendapatan dari sektor ini tercapai.   

"Jangan sampai dengan kondisi ekonomi yang melambat seperti sekarang kalau pajak dinaikkan terus. Ini kan namanya menyuruh orang mati bareng-bareng," tegas Refrizal.

Kementerian Keuangan memutuskan hubungan kemitraan dengan JP Morgan Chase Bank N.A. sebagai bank persepsi dalam program tax amnesty mulai 1 Januari 2017. Langkah itu diambil terkait hasil riset JP Morgan yang dinilai mengganggu stabilitas keuangan nasional.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono telah mengirimkan surat kepada Direktur Utama JP Morgan Chase Bank, N.A. di Jakarta  pada tanggal 9 Desember lalu.

Sebelumnya, dalam situs Barrons Asia, riset JP Morgan Chase Bank N.A. melakukan downgrade rating atas Indonesia dan Brazil. Lembaga itu menilai, dengan imbal hasil obligasi Amerika Serikat lebih bagus maka bisa menarik aliran modal sekaligus membuat premi risiko negara berkembang meningkat. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya