Berita

RS Polri/Net

Nusantara

Keluarga Korban KM Zahro Express Diminta Datang Ke RS Polri Untuk Identifikasi

SENIN, 02 JANUARI 2017 | 14:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tim forensik Mabes Polri meminta keluarga korban terbakarnya kapal wisata KM Zahro Express segera datang ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Wakil Kepala RS Polri, Kombes Pol. Musyafak mengatakan kedatangan keluarga sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi, terutama bagi korban tewas yang didapati mengalami luka bakar 100 persen.

"Kondisi korban sendiri yang sudah terbakar hangus, jadi cukup banyak, memang secara visual tidak bisa dilihat atau tidak bisa diidentifikasi," kata Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/1).


Mantan Kabiddokes Polda Metro Jaya itu mengatakan, pihak RS sudah menerima sebanyak 17 keluarga yang melaporkan kehilangan dalam musibah itu. Dari 17 keluarga ada 31 orang yang dilaporkan dicari kepastiannya.

"Kami harapkan yang datang ke sini yang ada hubungan langsung dengan darah. Apakah orang tua, suami, istri atau anak," ujar Musyafak.

Tambah dia seperti dilansir dari RMOL Jakarta, selain untuk menanyakan informasi detail mengenai korban yang tengah dicari, kedatangan keluarga dengan hubungan darah juga dapat memastikan properti yang dikenakan korban sebelum pergi hingga pengambilan sampel DNA.

Kapal wisata Zahra Express terbakar di perairan Jakarta, 1 mil arah barat Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu pagi (1/1).

Dalam kejadian tersebut dilaporkan 23 orang penumpang meninggal dunia, 17 luka, dan 20 orang belum ditemukan, serta 194 selamat.

Semula kapal itu mengangkut penumpang yang hendak liburan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Polisi menyatakan banyak penumpang kapal lompat ke laut tanpa menggunakan pelampung ketika kebakaran terjadi. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya