Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bentuk Pansus Dan Sweeping TKA Ilegal

SENIN, 02 JANUARI 2017 | 07:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sikap beberapa kalangan DPR untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Angket terkait isu eksodus besar-besaran tenaga kerja asing (TKA) ilegal khususnya asal Tiongkok patut diapresiasi.

Pemerhati sosial dan politik, Jajat Nurjaman mengatakan secara tidak lansung keberadaan TKA ilegal asal Tiongkok memang sudah membuat masyarakat resah, mengingat banyaknya kasus penyalahgunaan izin yang dilakukan turis asal negeri tirai bambu tersebut.

"Banyak dugaan pelanggaran izin tinggal yang dilakukan oleh WNA menjadi alasan kuat bagi DPR untuk mendesak Pemerintah mengkaji ulang terkait kebijakan bebas visa yang diberikan kepada sekitar 168 negara," kata dia, Senin (2/1).


"Selain itu, DPR juga harus mendesak Pemerintah untuk memberikan sanksi tegas bagi perusahaan yang terbukti mempekerjakan TKA tanpa dokumen yang lengkap," tegas Jajat menambahkan.

Menurutnya, banyaknya kasus dideportasinya para WNA ilegal dari Indonesia, seyogyanya Pemerintah bisa cepat tanggap dengan segera melakukan sweeping nasional tentang keberadaan WN Tiongkok ilegal yang diduga banyak melakukan pelanggaran izin tinggal, bahkan di sejumlah media disebutkan ada WN Tiongkok ditemukan sudah mempunyai e-KTP, hal ini tentu tidak dapat diabaikan begitu saja dan memerlukan tindakan tegas dari pemerintah.

"Serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia jangan dianggap permasalahan sepele, karena pada kenyataanya masih banyak rakyat Indonesia dalam kondisi tidak bekerja. Selain itu juga hal ini sudah menjadi ancaman bagi kedaulatan dan keamanan negara. Jangan sampai akibat dari kebijakan bebas visa yang diterbitkan oleh pemerintah dengan mudah disalahgunakan oleh para oknum yang berniat mencari pekerjaan di Indonesia," demikian Jajat. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya