Berita

Bisnis

Divestekno Siap Ikuti Opsi Skema Bagi Hasil Pendukung Migas

MINGGU, 01 JANUARI 2017 | 08:42 WIB | LAPORAN:

Apapun keputusan pemerintah terkait perubahan rencana skema bagi hasil antara sistem gross split atau cost recovery yang tengah dipertimbangkan saat ini, tidak akan berpengaruh terhadap lini bisnis vendor kontraktor migas.

Divestekno Anugerah vendor pendukung produksi dan penyedia spare part, supporting IT dan peralatan material safety di industri pendukung migas mengaku siap mengikuti aturan yang ditetapkan negara.

"Kami sebagai industri jasa pendukung siap mengikuti segala keputusan yang ditetapkan," ujar Direktur Utama Divestekno Anugerah, Dianto Wahyudi melalui pers rilis kepada redaksi.


Seperti diketahui anjloknya harga minyak dunia berimbas ke berbagai sektor, tidak hanya berdampak ke kontraktor minyak dan gas bumi (migas). Jasa-jasa pendukung operasional migas juga merasakan dampaknya. Industri pendukung ini mulai sepi order, karena tidak ada kontraktor yang melakukan kegiatan, baik ekplorasi maupun produksi.

Namun, perseroan ini mampu bertahan dan dilirik oleh sebuah perusahaan investasi hingga akhirnya mampu melipatgandakan omsetnya sampai 300 persen.

Menurut Dianto, terjun ke dalam sektor migas sebagai vendor penyedia system integration, persaingannya terbilang ketat.

"Kompetitor kami adalah perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan secara sistem, omset dan modal. Terjadinya penurunan harga minyak tentu berimbas pada omset kami yang 80 persen berasal dari jasa pendukung operasional migas. Kami pun terpaksa merestrukturisasi perusahaan dan memangkas cost-cost besar. Untuk dapat survive, kami menjual apa saja yang bisa dijual," beber Dianto.

Divestekno Anugerah pun kini banting setir menjadi vendor pendukung produksi hingga akhirnya dilirik oleh Investa Stellar Dana Kelola (ISDK), sebuah perusahaan private equity milik Grup Investa dari Indonesia dan kini menjadi distributor ekslusif bahan pembersih tangki minyak diseluruh Indonesia serta menjadi partner untuk wilayah Indonesia oleh Grainger, perusahaan pembuat safety tools khusus migas.[wid]

 

 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya