Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Dipastikan Tidak Ada Tenaga Kerja Asing Ilegal Di Kutai Timur

MINGGU, 01 JANUARI 2017 | 04:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak ada satu pun tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Semua TKA yang bekerja di Kutim dipastikan legal.

Demikian dipastikan Kepala Bidang Pengawasan dan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur , Wartoyo. Wartoyo juga memastikan TKA legal di Kutai Timur tersebut memiliki izin bekerja dan tinggal. Yakni, Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Kartu Izin Terbatas Elektronik (e-KITAS).

"Jadi, semua yang terdaftar di Disnaker dan memiliki izin kerja dan tinggal. Karena kami selalu pantau di perusahaan. Satu bulan masa IMTA dan e-KITAS habis, langsung kami minta untuk perpanjang. Sedangkan yang tidak terdaftar, atau menyalahgunakan visa, hingga saat ini kami tidak temui satu pun," kata Wartoyo.


Dia mengakui, beberapa tahun lalu, pihaknya pernah menjumpai TKA ilegal yang bekerja di Kutim. Sedikitnya ada empat orang yang diamankan. Semuanya merupakan warga Tiongkok.

"Kami akui memang, paling banyak pekerja ilegal itu di bidang proyek-proyek seperti kelistrikan. Seperti  yang kami temui dulu. Tetapi sudah kami amankan. Kami serahkan ke bagian imigrasi dan kemudian dideportasi ke negara asal," demikian Wartoyo, sebagaimana dilansir JPNN. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya