Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

E-Warong Bisa Memutus Ketergantungan Masyarakat Terhadap Rentenir

SABTU, 31 DESEMBER 2016 | 07:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa stok pangan di electronic warung gotong royong (e-warong) yang dipasok oleh Perum Bulog bisa berdampak positif terhadap kestabilan harga di pasar.

"Stok pangan di e-warong memiliki fungsi public service obligation dan Rumah Pangan Kita (RPK), sehingga ketika masif dilakukan tidak perlu lagi operasi pasar," ujar Mensos usai peluncuran layanan e-warong KUBE PKH, Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera bantuan sosial dan subsidi di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/12).

Sejak Agustus lalu, kata Mensos, badan hukum e-warong adalah Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS). Setiap penerima PKH yang teregistrasi di e-warung tertentu otomatias menjadi anggota koperasi.


"Kalau di warung biasa dihutangi terus maka larinya pinjem uang ke rentenir. Tetapi penerima PKH bisa mengatur dengan teregistrasi di e-warung tertentu secara otomatis menjadi anggota KMIS," ucapnya.  

Bantuan sosial PKH dengan format non tunai efektif mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Bahkan, bisa menghapuskan sama sekali jika dikelola dengan mengoptimalkan e-warung.

"PKH dengan format non tunai efektif dan bisa memutus ketergantungan masyarakat dengan rentenir dengan mengoptimalkan peran e-warong," katanya.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden bahwa bansos-bansos dan subsidi harus dimaksimalkan secara non tunai. Bansos dalam koordinasi Kementerian Sosial sudah menggunakan mekanisme non tunai, yaitu PKH.

"Hingga hari ini, bansos yang sudah diserahkan secara non tunai adalah PKH mencapai 1,2 juta dan diterima penerima manfaat program," ujar Mensos.

Tahun depan, bansos PKH secara non tunai ditargetkan ditingkatkan dari 1,2 juta menjadi 3 juta atau 50 persen dari 6 juta jumlah penerima PKH di seluruh Indonesia.

Penerima beras sejahtera (rastra) tahun depan ditargetkan 1,4 juta dari subsidi menjadi bantuan pangan yang sudah terkonversi. Dipastikan penerima tidak lagi harus menebus Rp 1.600 per kg beras.

"Kalau subsidi pangan penerima harus menebus per kg beras Rp 1.600, tapi dengan bantuan pangan dalam KKS ditopup Rp 110 ribu setiap bulan dan dikonversi di e-warung dengan beras, gula dan minyak goreng," kata Mensos.

Dari topup Rp 110 ribu tersebut, misalnya, warga membutuhkan beras medium 10 kg Rp 79 ribu, sisanya bisa disimpan dan dipastikan tidak hilang dan hangus serta terakumulasi topup pada bulan berikutnya.

"Kita berharap dengan model seperti ini akan memberikan ruang bagi warga kurang mampu memilih varian-varian, seperti beras tersedia medium, premium hingga super. Berbeda dengan raskin kadang-kadang ditemukan beras berbatu, berbau atau berwarna kuning dan sebagainya," pungkas Mensos. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya