Berita

Sri Hartini/Net

Politik

Mendagri Ikut Merasa Bersalah Bupati Klaten Ditangkap KPK

SABTU, 31 DESEMBER 2016 | 06:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyayangkan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Klaten, Sri Hartini. Padahal, dirinya selaku pembina pemerintah daerah selalu mengingatkan masalah area rawan korupsi.

"Setiap mendengar berita OTT dan dapat surat pemeritahuan dari KPK/kejaksaan/kepolisian, saya merasa sedih, prihatin dan ikut merasa bersalah," kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (30/12), seperti dilansir dari laman Kemandagri.

Dia sudah menganggap para kepala daerah, pimpinan DPRD dan jajaran Kemendagri dari pusat sampai daerah adalah keluarga besarnya. Namun pada tahun ini, kata dia banyak sekali, para pejabat yang menjadi tersangka maupun terjerat OTT KPK dan aparat penegak hukum lainnya.


Bila sudah ditetapkan sebagai tersangka, apalagi OTT, maka alat bukti sudah lengkap, khususnya terkait dugaan korupsi dan pungutan liar (Pungli). Meski, kepala daerah dan para pejabat lainnya diyakini sudah berkomitmen, namun tetap ada yang dianggap tidak cermat dan berbuat nekat.

"Saya sering mengingatkan diri saya dan aparat pejabat pusat daerah, untuk lebih hati-hati dan pahami area rawan korupsi, karena pasti dipantau masyarakat serta penegak hukum," ujar Tjahjo.

Misal, kata dia seperti masalah perencanaan anggaran, retribusi, pajak, pengadaan barang dan jasa. Lalu, dana hibah bansos, serta pungutan untuk penempatan jabatan seperti dugaan kasus Bupati Klaten, Sri Hartini. Kabar yang beredar OTT tersebut mengenai suap mutasi jabatan.

"Saya merasa prihatin walau yang tidak OTT mungkin asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai keputusan hakim tetap. Tapi kalau OTT pasti proses pemantauan dan penyadapan sudah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) penegak hukum," tukas Tjahjo, menteri asal PDIP.

Sebelumnya, tim KPK menangkap Bupati Klaten, Sri Hartini terkait dugaan kasus gratifikasi. Sri Hartini juga tercatat sebagai ketua DPC PDIP Klaten. Informasi yang berkembang adalah masalah suap mutasi jabatan dengan barang bukti sejumlah uang. KPK juga mengamankan sejumlah pejabat lain yang terlibat. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya