Berita

Rizieq Shihab/Net

Bisnis

Silakan Tak Setuju, Habib Rizieq Masuk Newsmaker Berpengaruh Di 2016

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 16:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina yang juga salah satu Founder Lembaga Survei KedaiKOPI memilih tujuh tokoh sebagai newsmaker yang berpengaruh di 2016.

Ketujuh nama tersebut adalah Juergen Klopp (pelatih Liverpool), Kobe Bryant (mantan pemain LA Lakers), Habib Rizieq (petinggi FPI), Bripka Seladi (polisi jujur), Boaz Salossa (Kapten Timnas Sepakbola) dan ganda bulutangkis peraih medali emas olimpiade Rio de Janeiro Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir.

Pilihan ini diakui Hendri sangat subjektif berdasarkan pengamatannya sepanjang 2016.


"Ya, pasti sangat subjektif, jadi bila banyak yang tidak setuju ya boleh aja, yang jelas mereka ini newsmaker yang cukup berpengaruh di 2016," kata Hendri.

Juergen Klopp, pelatih Liverpool dipilih karena mampu membangkitkan optimisme juara pendukung klub Merseyside yang sudah lima kali juara Piala Liga Champion Eropa ini. Sementara pengunduran diri Black Mamba (julukan Kobe) dari ajang kompetisi bolabasket Amerika Serikat (NBA) juga dinilai Hendri sebagai peristiwa yang fenomenal.

"Kobe dipertandingan terakhir bermain eksplosif. Tapi keberadaan dirinya di NBA hingga saat pengunduran diri mampu menggoncangkan dunia basket dan pemberitaan dunia. Bahkan Hendri menilai pengunduran diri Kobe lebih menjadi perhatian dibandingkan dengan keberhasilan Lebron James bersama Cavaliers menjuarai NBA 2016.

Nama Habib Rizieq masuk dalam tokoh newsmaker Hendri karena perannya dalam aksi 411 dan 212.

"Suka atau tidak suka Rizieq mampu mencuri perhatian dan menjadikan dirinya pusat berita, kontroversi tentang dirinya justru memperkuat diri petinggi FPI ini menjadi pusat pemberitaan," tambah Hendri.

Pasti banyak yang sudah lupa dengan nama Bripka Seladi. Tapi saat namanya mencuat ke permukaan, langsung menjadi pusat pemberitaan lantaran sebagai polisi, Bripka Seladi dicitrakan sebagai polisi jujur yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, anggota polisi ini harus menjadi pemulung.

Hendri menambahkan bahwa sosok Owi-Butet dan Boaz Salossa adalah nama wajib yang hadir didaftarnya.

Tontowi dan Liliyana mampu mempertahankan tradisi emas Olimpiade sementara Boaz mampu memimpin pasukan merah putih menembus Final Piala AFF pasca dicabutnya larangan bertanding bagi tim sepakbola Indonesia.

Itu tadi pilihan Hendri, bagaimana dengan anda?[ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya