Berita

Politik

Baitul Muslimin Indonesia Jalin Kerja Sama Dengan Ulama Mesir

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 14:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) membangun kerja sama dengan dengan ulama-ulama Mesir khususnya yang bergabung dalam Perhimpunan Niqabatul Ashraf yang beraliran Sunni  untuk mengembangkan dan mensosialisasikan konsep Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin

Bangunan kerja sama ini dibicarakan dan dibahas dalam pertemuan Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) yang  juga Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dengan Ketua Niqobatul Ashraf (Perhimpunan Keluarga Keturunan Nabi Muhammad SAW), yang juga Wakil Ketua I Parlemen Mesir, Sayyid Mahmoud El Sharif di Kantor Pusat Niqobatul Ashraf di Kairo Mesir.

Dalam pertemuan ini, Basarah didampingi Dubes RI untuk Mesir di Kairo, Helmy Fauzy serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Dwi Ria Latifa.  Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Syaikh Usama Sayyid Al Azhari, penasehat Presiden Mesir untuk urusan agama, Syaikh Muhammad Abu Hasyim, Wakil Rektor Universitas Al Azhar dan banyak anggota Niqabatul Ashraf lainnya yang merupakan tokoh-tokoh penting di Mesir.


Dalam pertemuan tersebut (Rabu, 28/12), Ahmad Basarah menyinggung peranan penting Presiden RI Pertama, Soekarno dengan negara Mesir, khususnya dengan Presiden Mesir Kedua, Gamal Abdul Nasser yang telah meletakan fondasi yang kokoh dalam  membangun hubungan bilateral Indonesia dan Mesir. Ahmad Basarah juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Mesir karena nama Presiden Soekarno telah diabadikan menjadi nama salah satu jalan penting di Kairo dengan nama Jalan Ahmed Soekarno hingga saat ini.

Dalam rangka terus meningkatkan kerja sama dan hubungan baik tersebut, Ahmad Basarah juga berharap agar ke depan ulama ulama Mesir dapat terus melakukan dialog secara intensif dengan ulama ulama di Indonesia guna mencari solusi dan mengkampanyekan pentingnya Islam yang rahmatan lil aalamin.

Dubes Helmy Fauzy dalam pertemuan tersebut  membahas pentingnya hubungan kedua negara, baik antar masyarakat (people to people) maupun hubungan antar pemerintah (G to G). Pertemuan juga membahas upaya  untuk memperkuat kerja sama kedua negara khususnya di bidang agama dan budaya serta ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut juga digaris bawahi mengenai peranan Mesir dalam mendidik mahasiswa Indonesia melalui Universitas Al Azhar, dimana keberadaan mahasiswa Indonesia merupakan aset penting dalam upaya untuk menyebarkan ajaran Islam yang moderat sekembalinya mereka ke Indonesia. Selain itu,  juga dibahas komitmen kedua negara untuk terus mengembangkan serta menjadi pioner bagi pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang toleran yang dapat hidup berdampingan dengan pemeluk-pemeluk agama lainnya dengan damai dan saling menghormati di seluruh dunia.

Dengan demikian, diharapkan,  Islam akan dapat memainkan peranan penting dalam menciptakan perdamaian dunia yang berdasarkan perikemanusiaan dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya