Berita

Foto/Net

Politik

Jika Ahok Kalah, Tweet Pendiri LSI Ini Akan Menjadi Historik

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 10:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Apabila Basuki Tjahja Purnama (Ahok) kalah dalam Pikada DKI Jakarta 2017, salah satu postingan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA di akun Twitter @DennyJA_WORLD, bakal menjadi historik.

Isi tweet yang diposting 3 Oktober 2016 itu berbunyi: 'Saya melihat data LSI soal pilkada DKI yang mengejutkan (Survei Okt 2016): Ahok potensial kalah!'.

Denny JA menjelaskan alasan mengapa tweet itu akan historik.


Isi tweet itu adalah yang pertama mengabarkan Ahok potensial kalah berdasarkan survei. Saat itu di semua survei, Ahok masih nomor satu bahkan dengan selisih yang besar dibandingkan semua kompetitornya.

Di survei SMRC di periode Oktober, calon petahana itu masih nomor satu bahkan dengan selisih doubel digit. Hal yang sama dengan survei di periode Oktober dari Populi Center.

Bahkan di era Oktober, apalagi di era sebelumnya, isunya Ahok akan menang satu putaran. Tweet Denny JA menyatakan hal sebaliknya, Ahok potensial kalah.

"Itu tweet juga sudah di RT 480 ribu kali. Mungkin ia tweet yang di RT paling banyak di Indonesia saat ini di tahun 2016," sebut Denny JA, Jumat (30/12).

Jelas Denny JA, RT itu memang masih di bawah tweet dia waktu membantu Jokowi di Pilpres 2014. Tweet dia saat itu di RT di atas 1 juta.

Gara-gara tweet untuk Jokowi itu Denny JA dipilih TIME Magazine satu dari 30 tokoh dunia internet 2015 bersama Barack Obama, Justin Bieber, ddan tokoh lainnya. Tweet untuk Jokowi dicatat pula sebagai satu dari 10 tweet yang paling banyak di RT sepanjang masa sejarah twitter.

Pilkada Jakarta memang tidak seheboh Pilpres 2014. Namun tweet Denny JA yang mengabarkan "Sang Raksasa" Ahok akan kalah, ikut mengubah mindset .

Dan kini sebulan-dua bulan kemudian, setelah tweet itu, aneka survei satu persatu mengabarkan Ahok tidak lagi di nomor satu. Dari enam lembaga survei yang mempublikasikan risetnya bulan November-Desember 2016, lima lembaga survei mengabarkan Ahok tidak lagi nomor satu.

"Ini salah satu event yang berkesan bagi saya pribadi ketika akan meninggalkan tahun 2016," demikian Denny JA. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya