Berita

Bisnis

Catatan Akhir Tahun Prodem: Pertumbuhan Ekonomi Melambat Di Era Jokowi

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 09:59 WIB | LAPORAN:

Sejak dipimpin Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru dipandang melambat.

Secara tahunan (year on year) ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen. Melambat dibandingkan pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) mencatat beberapa indikator perekonomian Indonesia yang memburuk selama dua tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.


Di antaranya, nilai tukar rupiah melemah dibarengi dengan neraca ekspor yang negatif tetapi impor justru meningkat. Kemudian jumlah hutang bertambah. Prodem kuatir pemerintah kembali akan mencekik dan merampas keuangan masyarakat menaikkan harga BBM dan komoditas kebutuhan pokok. Tujuannya untuk menutupi penerimaan dan pembayaran cicilan hutang pemerintah.

Kondisi ini diperparah karena cadangan devisa juga menurun sedangkan laju inflasi tak terbendung, kemiskinan dan pengangguran meningkat.

Dari sektor ketenagakerjaan/perburuhan, Prodem mencermati terjadi distorsi di beberapa perundangan.

"Padahal pasangan Jokowi-JK memiliki program "Trilayak" yaitu: Kerja layak, Upah layak dan Kerja layak," jelas Sekjen Prodem, Satyo Purwanto dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/12).

Prodem juga menyoroti PP 78/2015 yang dinilai bertentangan dengan pasal 88 dan pasal 89 UU Ketenagakerjaan (UUK) 13/2003. Akibatnya kenaikan upah tidak seimbang dan daya beli buruh jadi menurun.

Belum lagi menyoal Kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mensyaratkan hanya boleh satu serikat pekerja di sebuah kawasan khusus termasuk Lembaga Tripartit dan Dewan Pengupahan. Kebijakan ini, tegas Satyo, jelas bertentangan dengan UU 21/2000 tentang Serikat Pekerja termasuk konvensi ILO No. 87 dan No. 98. Dan paling muktahir, isu serbuan tenaga kerja ilegal asal Tiongkok.

"Jika itu terbukti dan data bisa diverifikasi maka bencana bagi sektor pekerja d iIndonesia," ujarnya, mewanti-wanti

Sementara itu agenda liberalisme ekonomi terus menyempurnakan diri di negara ini. Faktanya rakyat terus tergusur dari tanahnya, kasus pencapolakan tanah dan kebun masyarakat Majalengka, Jawa Barat, akan dibangun bandara berkelas internasional.

"113 penggusuran di Jakarta termasuk proyek reklamasi di Teluk Jakarta dan Teluk Benoa di Bali semakin memperjelas negara ini diatur dan dikelola oleh sekelompok elit pemerintahan berwatak imperialis yang berkongsi dengan segelintir konglomerat yang bermental hitam," kritiknya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya