Berita

Foto/Net

Hukum

Kapolsek Pamulang Kena Batunya

Terima pungli 10 Juta Rupiah
JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 09:42 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duh, memalukan. Gara-gara diduga terima duit suap Rp 10 juta, Kapolsek Pamulang, Tangerang Selatan, Kompol RS diciduk Tim Saber Pungli Divisi Propram Metro Jaya. Berita ini ramai dikomentari netizen. Mereka mengecam kelakuan polisi itu, wajar kalau sekarang kena batunya.

Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Divisi Propram Polda Metro Jaya menangkap Kapolsek Pamulang, Selasa (27/12). Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengungkapkan, penangkapan ini terkait kasus dugaan penerimaan suap oleh Kepala Unit Reserse dan Kriminal serta penyidik pembantu di Polsek Pamulang. "Tim Satgas Saber Pungli Divisi Propam Polda Metro Jaya menangkap tiga anggota Polri, yaitu Kapolsek Pamulang, Kasubnit Reskrim Polsek Pamulang dan satu penyidik pembantu Polsek Pamulang kaitan pungutan liar," kata Martinus, kemarin.

Kasus ini bermula setelah Kasubnit Reskrim dan penyidik pembantu Polsek Pamulang menerima suap Rp 10 juta dari tersangka kasus narkotika yang terbukti membawa sabu seberat 0,1 gram. Suap ini supaya tersangka tidak ditahan.


Setelah kejadian ini, kasus penyalahgunaan narkotika itu ditangani lebih lanjut oleh Polres Tangerang Selatan. Polisi masih menunggu surat dari dokter terkait hasil pemeriksaan kesehatan tersangka yang katanya mengidap penyakit AIDS. "Punglinya terkait dengan nggak melakukan penahanan. Sehingga alasan nggak ditahan yang jadi pemicu adanya suap terhadap kasubnit dan penyidik pembantu yang ditangkap," ujarnya. Ketiganya kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Propam Polda Metro Jaya. Jika terbukti menerima dan meminta sejumlah uang dari tersangka, maka akan diberikan sanksi tegas.

Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ayi Supardan memastikan ada sanksi bagi Kapolsek Pamulang. Sanksi ini masih menunggu hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. "Nanti secara materiil gimana, kan ada sanksi. Nanti saya (menunggu) dapat petunjuknya," ujar Ayi.

Dia juga telah menyiapkan surat perintah (sprin) terkait pelaksana tugas sementara Polsek Pamulang. Kasus narkoba tersangka terkait kasus pungli juga dilimpahkan penanganannya ke Polres Tangsel.

Soal kasus itu, diugkapkan Ayi, keputusan tidak menahan tersangka karena sakit yang diidap AIDS. Dikhawatirkan keberadaan tersangka dalam tahanan akan berpengaruh terhadap tahanan lainnya. "Kapolsek pun tidak melakukan penahanan karena sakit. Sepertinya pak kapolsek ada sisi kemanusiaannya. Cuma kesalahannya kenapa menerima uang terima kasih itu," tandasnya.

Kasus suap kepada Kapolsek ini dikomentari netizen. Di Twitter, sejumlah akun menyayangkan dan mengecam kelakukan Kapolsek. "Gila. Nggak ada takutnya ya? Apalagi rasa malu?" kicau @Djat_mika, disambut @BadHeroe. "Betapa kerasnya tuntutan kebutuhan hidup sampai buat pusing mikirinnya yang akhirnya ambil jalan pintas dengan pungli! Tobat!" Akun @frisca991 menimpali. "Ga bisa jadi panutan," cuitnya. Akun @SittaYohag mengapresiasi Tim Saber Pungli. "Tampaknya Tim Saber Pungli Besutan Jokowi @jokowi Benar-Benar #BERTARING," kicaunya.

Yang lain meminta penerima suap ditindak tegas. Apalagi mereka adalah aparat penegak hukum. "Benar tuh tangkap. Pecat dan penjarakan di Nusa Kambangan biar kapok," kicaunya, diamini @yanispramono. "Sikat bleh, ketika masyarakat mulai percaya prestasinya akhir-akhir ini, jangan lagi ternodai," kicaunya, disamber @RaphaelIndra. "Biar tau rasa... Hahahaha." Akun @hutami12 bilang, "Polisi kotor yang begini nih yang mencemarkan nama baik POLRI @DivHumasPolri," cuit dia.

Tak jauh berbeda, kecaman netizen di kolom komentar link berita terkait juga bertebaran. Akun @om.funky meminta tak hanya di level bawah saja yang diberantas. "Berantas trus punglinya, kalo bisa jangan yang di bawah aja, atasnya juga dong," tulisnya, disamber Yong Ki. "Pungli dan korupsi berkaitan dengan moral dan karakter. Pecat. Masih banyak yang lebih jujur dan mau bekerja bersih," katanya. "Rp 10 juta? Hahaha. Konon sih ratusan juta kalo narkoba," tulis @masyos. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya