Berita

Dodi Triono/Net

Hukum

Cari Oksigen, Pak Dodi Patahkan Gagang Pintu

Cerita Pilu Di "Toilet Maut" Pulomas
JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 09:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perampokan keji di Pulomas yang mencabut enam nyawa menyisakan kisah pilu. Dodi Triono, sang empunya rumah, berupaya memasukkan oksigen ke toilet berukuran 1,5x1,5 meter yang disesaki 11 orang itu dengan mematahkan gagang pintu. Kemarin, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menuturkan perjuangan hidup Dodi mencari oksigen.

Sejak Senin (26/12) pukul 14.35 WIB, Dodi beserta ketiga anaknya; Diona Arika (16), Zanette Kalila (13), dan Dianita Gemma (9), empat pembantunya; Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23), dua sopirnya; Yanto dan Tasrok, dan Amel, teman Gemma, dimasukkan kelompok perampok pimpinan Ramlan Butarbutar ke dalam kamar mandi pembantu di lantai 1 di rumahnya sendiri, Jalan Pulomas Utara, nomor 7A, Jakarta Timur.

Pengakuan Erwin Situmorang, anak buah Ramlan yang berhasil diringkus polisi Rabu (28/12) lalu, kesebelas orang itu dimasukkan ke kamar mandi agar mereka leluasa menggasak barang korban tanpa diketahui.


Kebetulan, kamar mandi itu paling dekat dengan para korban yang sudah dikumpulkan. Sementara kamar-kamar lain berada di lantai 2. "Kata dia (Erwin), (tak di lantai dua karena) naik tangga. Kami akan perdalam lagi," ujar Kapolda.

Semua terpaksa menurut untuk masuk ke ruang sempit itu karena Ramlan cs mengancam akan menembak mereka. Para perampok memang bersenjatakan pistol dan golok.

Dari potongan gambar CCTV, Ramlan yang berkemeja merah muda dan bertopi terlihat mengacung-acungkan pistol pada 11 orang yang berkumpul. Dengan langkah pincang, dia mendekati kumpulan korban dan menggiring mereka masuk ke dalam.

Para pelaku ini terbilang sadis. Salah satu pelaku lain, yakni Yus Pane, tampak menyeret anak sulung Dodi, Diona, dari kamarnya. Dia juga memukul Diona dengan gagang pistolnya. Hingga berita ini ditulis, "orang nomor dua" setelah Ramlan ini masih buron. Namun korps baju coklat mengaku sudah mengetahui posisinya.

Setelah kesebelas orang itu masuk ke dalam ruangan 1,5x1,5 meter persegi itu, Ramlan menguncinya, merusak grendel atau pegangan pintu, dan membuang kuncinya. Dia juga mematikan exhaust yang ada dalam toilet pembantu itu. Tanpa ventilasi, kesebelas orang itu kesulitan bernafas. Sementara pintu kamar mandi yang tebal sulit untuk didobrak.

Ketika oksigen semakin menipis, prakkk, Dodi mematahkan gagang pintu. "Tujuannya agar bisa menghirup oksigen dari luar," jelas Iriawan, mengutip keterangan pembantu Dodi yang selamat.

Sayang, usaha itu tak mampu menyelamatkan nyawanya. Dodi akhirnya tewas karena mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Pembuluh darahnya pecah. Darah mengalir dari hidungnya.

Selain Dodi, anak sulung dan anak bungsunya, Diona dan Gemma, serta kedua sopirnya, Yanto dan Tasrok, juga meregang nyawa karena sebab serupa. Kematian keenam orang itu ditengarai terjadi pada pukul 6 hingga 8 pagi.

Peristiwa ini baru terungkap pukul 09.25 WIB, saat Sheila Putri, teman Diona, menyambangi rumah itu. Pintu kamar mandi baru berhasil didobrak warga, sekuriti, dan petugas kepolisian pukul 10.10 WIB.

Lima korban masih bernafas, meski terengah-engah. Kelimanya adalah kedua Dodi, Zanetta, dan empat pembantunya.

Kapolda pun menyebut hidupnya kelima orang ini sebagai mukjizat. "Saya pikir ini mukjizat yang sisa lima orang tak meninggal. Itu cukup kecil sekali 18 jam disekap hanya enam yang meninggal," tutur Iriawan.

Zanette yang dikunjungi Iriawan di rumah sakit menuturkan, dia meminum air dari kloset untuk bertahan hidup. Perempuan tuna rungu itu menjadi saksi bisu bagaimana keluarga yang dikasihinya menghembuskan nafas terakhir. Sang kakak, Diona, sempat menggigit tangan Zanette karena tak kuat lagi bertahan hidup.

Karena itu, begitu polisi menangkap ketiga pelaku, yakni Ramlan, Erwin, dan Alfin B. Sinaga yang bertugas sebagai driver, Zanette langsung memposting foto salah satu pelaku yang tertangkap di instagramnya yang diberikan tulisan, "Enak kan kalau sudah ditangkap, bisa langsung dihukum mati". Akankah suara hati Zanette akan dikabulkan majelis hakim? ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya