Berita

Bisnis

DPR Dukung Kementan Stop Impor Beras

KAMIS, 29 DESEMBER 2016 | 13:49 WIB | LAPORAN:

Komisi IV DPR mengapresiasi upaya Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan swasembada beras yang ditandai tidak adanya impor sepanjang tahun 2016.  

Anggota Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan pemerintah tidak impor beras. Salah satunya karena masih ada carry over 800 ribu ton beras dari impor tahun lalu.

"Jadi tidak dihitung sebagai impor beras di 2016," kata Viva Yoga.


Kedua, menurut dia, volume pengadaan beras oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) pada tahun 2016 sebesar 2,8 juta ton, naik 1 juta ton dari tahun sebelumnya 1,8 juta ton.

"Kita harus tetap optimis bahwa bangsa Indonesia terus berjuang agar tidak impor pangan lagi," ujarnya.

Viva Yoga menekankan, untuk mewujudkan kedaulatan pangan dibutuhkan koordinasi dan integrasi kebijakan yang solid antara BPS, Kementan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Lingkungan. Hal itu diyakininya akan menghasilkan data produksi dan konsumsi pangan secara valid dan akurat.

"Instruksi presiden, data pangan harus satu," imbuhnya, mengingatkan.

Diketahui berdasarkan angka Badan Pusat Statistik dan Kementan, produksi padi 2016 mencapai 79,14 juta ton GKG, meningkat 3,74 juta ton dibanding 2015. Produksi jagung 2016 sebanyak 23, 16 juta ton pipilan kering, atau meningkat 3,55 juta ton dibanding 2015.

Presiden Joko Widodo pernah menegaskan bahwa tahun 2016 ini tidak ada impor beras dan jagung juga sudah turun 60 persen.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya