Berita

Foto/Net

Bisnis

Gas Agar Bisa Bersaing, Sekalian Pakai Aplikasi Online Dong

2017, Semua Bajaj Di Jakarta Harus Pakai Gas
KAMIS, 29 DESEMBER 2016 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan mulai tahun 2017, semua bajaj yang beroperasi di wilayah Ibu Kota berbahan bakar gas. Bajaj jenis ini populer disebut 'bajaj biru,' merujuk warna cat bodynya yang dominan biru.

"Kuota bajaj di DKI sebanyak 14.924. Tetapi sampai saat ini yang beroperasi 13 ribuan. Dengan kebijakan bahwa bajaj harus gas atau yang biru, kami memberikan kesempatan sampai akhir Desember 2016, bajaj merah harus ganti dengan bajaj biru," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Andri menjelaskan, pihaknya akan memberikan seluruh kuota bajaj 14.924 jika semua bajaj telah menggunakan BBG. "Masih ada 300 bajaj merah yang akan beralih jadi bajaj biru. Kita berproses, agar tahun 2017 seluruh bajaj di Jakarta menggunakan gas. Setelah itu, kami buka kuota sampai 14 ribu unit," jelas Andri.


Di tempat yang sama, Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menganggap bajaj sebagai cagar budaya Jakarta. Karena itu, pemerintah provinsi tidak akan menghapus bajaj di Jakarta.

"Jakarta tidak lepas dari bajaj. Sebenarnya bajaj sebagai moda transportasi semacam cagar budaya. Ciri khas Jakarta ada bajaj. Kalau itu dihilangkan, nilai budayannya juga hilang. Jadi kita modernisasi dengan fasilitas yang lebih baik," ucap Sumarsono.

Dia menambahkan, bajaj BBG merupakan bentuk upaya pembangunan yang ramah lingkungan. Selain itu, peremajaan armada bajaj ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

"Tidak akan menggulungtikarkan semua, tidak ada penghapusan bajaj. Yang ada adalah penyesuaian atas desakan pembangunan yang lebih ramah lingkungan, itu inti­nya. Sekaligus tuntutan memberi pelayanan terbaik pada customer. Bajaj merah itu sudah lama dan kedaluwarsa, jadi modernisasi den­gan bajaj biru yang gas. Harapannya bisa memberi pelayanan terbaik," ujar Sumarsono.

Nah, khalayak netizen meresons program tersebut pro dan kontra. Kalangan yang pro mengami argu­men Pemprov DKI Jakarta, semen­tara yang kontra menilai pergantian unit bajaj memberatkan pemilik.

Di antara yang pro adalah penggu­na Twitter dengan akun @Kamil09. Dia mendukung penghapusan 'bajaj merah' yang berbahan berbahan bakar solar karena polusi udara, "Bagus. Karena asap dan suara bisingnya sudah membuat pusing pengguna jalan lainnya."

Akun @Istighfar313 mengatakan, untuk kepentingan banyak orang, 'bajaj merah' sudah seharusnya beralih ke 'bajaj biru' yang menggunakan BBG.

"Harus didukung kalau untuk kebaikan. Memang dilematis untuk pengemudi bajaj. Tapi kondisi bajaj merah udah kronis. Harus dimodernisasi," cuitnya.

Akun @dharma123 menyarankan, untuk bisa bersaing dengan angkutan lain, sebaiknya Pemprov DKI men­gelola bajaj dengan sistem online. Supaya bajaj dapat bersaing dengan angkutan berbasis aplikasi online lain. "Bajaj harusnya dibuat kayak Go-Jek atau Grab," sarannya.

Akun @sandalilang menceritakan pengalaman pahitnya menggunakan bajaj. Menurut dia, pelayanan yang kurang baik, serta tarif mahal akan menggerus transportasi roda tiga tersebut. "Kapok naik bajaj, mahal. Sopirnya tukang tipu-tipu. Bagaimana bisa bersaing dengan lainnya?"

Senada dikeluhkan akun @crotalemk1, "Naik bajaj mahal abis, ong­kosnya bisa sampe 2 kali lipatnya naik Gojek/Grab/Uber sekali jalan," tulis akun @crotalemk1.

Netizen @ira-1 meminta Pemprov DKI Jakarta menertibkan seluruh transportasi umum penyebab lalu lints Ibu Kota macet dan polusi.

"Jangan hanya bajaj yang ditert­ibkan, namun angkot yang kian menjamur turut ditertibkan, karena banyak yang ngawur dan memasuki jalan utama," harapnya.

Banyak juga netizen kurang setuju dengan program tersebut. Di antaran­ya, ada netizen yang mengingatkan Pemprov DKIuntuk memberikan solusi bagi pengemudi bajaj merah. Karena butuh biaya mahal membeli bajaj baru berbahan bakar gas.

"Ditertibkan boleh, tapi kasih modal atau berikan bajaj biru. Jangan ditertibkan, tapi matiin penghasilan orang. Nggak semua bisa beralih pakai bajaj biru," saran netizen @ alphard101.

Akun @zidnii menceritakan kekecewaannya menumpang bajaj biru, yang digadang-gadang dapat mengurangi polusi. Alih-alih meng­gunakan BBG, bajaj biru malah ditemukan diisi premium.

"Di salah satu pom bensin di Jakarta pernah lihat banyak bajaj biru yang klaim paki BBG, antre isi premium. Bajaj BBG dicitrain juga?" cuitnya.

Selain itu, akun @ibnoethorieq menyarankan Pemprov DKI juga me­lestrikan operasional oplet dan bemo sebagai sebagai angkutan umum khas Jakarta menjadi cagar budaya.

"Bemo dan opelet yang banyak bikin kenangan tentang Jakarta. Nggak usah ditambah nggak apa-apa, yang penting ada dan perlu dipertahankan," sarannya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya