Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Partai Politik Ramai-Ramai Bikin Kualitas Demokrasi Lokal Jadi Turun

KAMIS, 29 DESEMBER 2016 | 09:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sepanjang tahun 2016, terlihat beberapa partai politik seakan bersepakat dengan gaya menurunkan kemungkinan pertandingan sia-sia dalam konstestasi pilkada. Mereka pun memakai gaya bersatu padu mendukung satu bakal pasangan calon.

"Hal ini tentu saja menurunkan kualitas demokrasi lokal dengan menutup kemungkinan partisipasi rakyat untuk menjadi bakal calon kepala daerah," kata Koordinator Kajian Komite Independen Pemantau Pemilu, Andrian Habibie, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 29/12).

Di lain sisi, katanya, hal ini sama saja dengan mendukung konsep referendum partai politik. Rakyat pun hanya memiliki satu pilihan tanpa berhak melilih pilihan lain.


Permasalahan lain yang sulit dimintai kesediaan dan kemurahan hati politisi negeri ini, sambungnya, adalah semangat untuk saling terbuka.

"Apakah rakyat tahu alasan partai politik mendukung salah satu pasangan calon? Sama sekali tidak, semua keputusan berada di tangan DPP partai politik," jelasnya. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya