Berita

RMOL

Mentan: Bertani Bawang Merah Solok Menjanjikan

KAMIS, 29 DESEMBER 2016 | 02:30 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tanaman bawang merah merupakan salah satu penggerak utama di wilayah selatan Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Menurutnya, banyak petani di dataran tinggi tersebut terbilang makmur lantaran jumlah produksi dan harga bawang merah di Sumatera sedang menggeliat.

"Ini kemajuan luar biasa, hanya dalam dua tahun luas tanam bertambah dua kali lipat, sekarang jadi 5.500 hektar. Tadi saya diceritakan sudah ada dua petani bisa beli (mobil) Alphard," Amran saat panen raya bawang merah di Nagari Rimbo Data, Kecamatan Lembah Gumanti, Solok (Rabu, 28/12).


Amran menambahkan, dalam hitung-hitungannya, apabila petani bawang merah menaruh harga di atas Rp 15.000 per kilogram maka akan menguntungkan sendiri.

"Pendapatannya besar. Coba taruh harga bawang Rp 20 ribu per kilogram, produksinya 10 ton, berarti dia dapat Rp 200 juta per hektar. Modalnya Rp 160 juta, dibagi tiga bulan (masa tunggu panen)," terangnya.

Amran juga merasa senang ketika menemui petani-petani muda yang mau turun ke ladang. Hal tersebut menunjukkan profesi petani bawang merah Solok memang menjanjikan.

"Tadi saya juga ketemu pemuda-pemuda usia 18 sampai 20 tahun ke sawah. Dulu tidak ada yang mau, pemuda maunya masuk kota. Bayangkan usia segitu semangat ke sawah," beber Amran. [wah]  

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya