Berita

Bisnis

Angka Kemiskinan Bakal Meningkat Kalau Pemerintah Tetap Cabut Subsidi Listrik

RABU, 28 DESEMBER 2016 | 22:50 WIB | LAPORAN:

Pemerintah beralasan ingin meringankan beban masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM di 2017. Tapi, kenapa usaha itu separuh-separuh. Kenapa di saat yang sama, pemerintah tetap akan mencabut subsidi listrik untuk 18,8 pelanggan golongan 900 watt.

Keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM per 1 Januari nanti sebenarnya cukup menggembirakan. Sebab, di saat harga minyak dunia terus merangkak naik, pemerintah bersedia menahan harga jual BBM, khususnya premium dan solar, tetap. Namun, keputusan itu dianggap kurang berarti karena masyarakat kecil akan tetap tergencet akibat pencabutan subsidi listrik.

Anggota Komisi VII DPR Syaikhul Islam menuding, pencabutan subsidi listrik untuk 18,8 pelanggan ini gara-gara PLN yang tidak efisien dan cari gampang dalam menutupi kekurangan biaya produksi. Padahal, masih banyak cara untuk menekan biaya produksi, misalnya dengan mengganti sumber energi pembangkit listrik dari BBM ke gas atau batubara.


Untuk itu, politisi PKB ini meminta Presiden Jokowi tak menuruti keinginan PLN dan membatalkan rencana pencabutan subsidi itu. "Jadi, kami berharap Presiden Jokowi mengeluarkan instruksi Presiden terkait pembatalan kenaikan tarif dasar listrik, seperti yang dilakukannya terhadap penundaan kenaikan harga BBM," ucapnya, (Rabu, 28/12).

Menurut Syaikhul, bila pemerintah keukeuh mencabut subsidi listrik, tentu bakal berdampak buruk terhadap rakyat miskin dan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Pencabutan itu akan membuat mereka tergencet. "Angka kemiskinan juga bisa bertambah," cetusnya. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya