Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri (KEIN) Arif Budimanta menjelaskan tentang taktik pemerintah Indonesia menghadapi terpilihnya Presiden Amerika yang baru, Donald Trump.
Menurutnya, Trump akan menerapkan kebijakan ultranasionalis dengan salah satunya melakukan pemotongan pajak penghasilan. Ini bermakna bahwa purchasing power dari masyarakat Amerika akan meningkat.
"Ini kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan volume ekspor," kata Arief dalam diskusi di Pempekita, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, (28/12).
Entitas ekonomi Indonesia juga bisa meningkatkan investasi di Amerika, meskipun memiliki tantangan yang berat dari negara-negara lain yang berkehendak serupa.
Di lihat dari neraca ekspor, ekspor barang Indonesia dengan Amerika selama ini neracanya positif. Artinya, Indonesia lebih banyak mengekspor barang ke Amerika ketimbang mengimpor.
Ada 3 besar negara yang menjadi sasaran ekspor Indonesia, yakni Amerika, China dan Jepang.
Karenanya, kata Arief, ada banyak peluang yang baik yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia pasca terpilihnya Trump meskipun Trump akan sangat proteksionis terhadap negaranya.
"Trump ingin memudahkan perekonomian, menstimulus fiskal, memangkas pajak, untuk mendongrak Pertumbuhan Ekonomi mereka," demikian Arief.
[ian]