Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Salah Kaprah Bila Peringati Hari Ibu Dengan Semangat Mother’s Day

JUMAT, 23 DESEMBER 2016 | 10:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berbeda dengan peringatan Mother’s Day di luar negeri, yang hanya bersifat penghormatan terhadap peran domestik kaum perempuan, maka peringatan Hari Ibu di Indonesia merupakan bentuk peringatan terhadap perjuangan emansipasi kaum perempuan. Hari Ibu adalah mengenang semangat dan perjuangan kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya, sebagaimana yang tercermin dalam hasil Kongres Perempuan Indonesia I, yang digelar pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

"Jadi, salah kaprah jika banyak orang kini justru memperingati Hari Ibu dengan semangat seperti Mother’s Day, atau Hari Ibu Internasional, yaitu dengan membebaskan para ibu dari tugas domestiknya, seperti merawat anak, atau membebaskan mereka dari urusan rumah tangga lainnya. Bukan itu semangat yang ingin diperingati oleh Hari Ibu yang diperingati tiap tanggal 22 Desember," kata Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 23/12).

Hari Ibu di Indonesia, lanjut Fadli, adalah peringatan sekaligus penghargaan terhadap perjuangan kaum perempuan atas hak-haknya, sebagaimana yang disuarakan oleh Kongres Perempuan Indonesia I, tanggal 22 Desember 1928. Semua organisasi perempuan, dengan spektrum latar belakang dan ideologi yang beraneka, hadir dalam kongres bersejarah tersebut. Organisasi seperti Wanita Utomo, Wanita Tamansiswa, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond bagian Wanita, Wanita Katholik, dan Jong Java bagian Perempuan, terlibat dalam kongres tersebut.


"Hasil kongres waktu itu sangat maju, baik dari kacamata hari ini, apalagi jika dilihat dari ukuran jamannya. Kongres waktu itu, misalnya, mengusulkan pemberian beasiswa bagi anak-anak perempuan, penerbitan media yang akan dijadikan corong untuk memperjuangkan hak-hak dan kebutuhan perempuan, mengirimkan mosi kepada pemerintah untuk memperbanyak sekolah bagi anak perempuan, ataupun pemberian jaminan sosial bagi para janda dan anak yatim. Jadi, Hari Ibu di Indonesia merupakan bentuk penghormatan terhadap semangat emansipasi perempuan," jelasnya.

Fadli menjelaskan lagi, penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu telah diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Jadi, ini peringatan hari bersejarah yang telah dirayakan bahkan sebelum kita merdeka. Sesudah merdeka, Hari Ibu ditetapkan sebagai hari besar yang dirayakan secara nasional oleh Bung Karno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.”

"Peringatan Hari Ibu hendaknya mengingatkan kita bahwa kaum perempuan merupakan salah satu tulang punggung bangsa kita. Para pejuang perempuan, seperti Laksamana Malahayati, M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutia, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said, dan lain-lain, telah membuktikan jika kemajuan kaum perempuan telah memberikan sumbangsih penting bagi bangsa ini. Sehingga, kita harus merasa berkepentingan untuk mendukung kemajuan kaum perempuan," jelasnya lgi.

"Orang bijak mengatakan, guru pertama tiap anak manusia adalah ibunya, dan itu artinya kaum perempuan. Bayangkan, betapa sangat berarti dan besarnya pengaruh kaum perempuan bagi peradaban umat manusia. Para pejuang perempuan kita telah menyadari hal ini sejak lama. Kesadaran itulah yang ingin dirawat melalui peringatan Hari Ibu, bahwa untuk menegakkan peradaban, kita pertama-tama harus memajukan kaum perempuan," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya