Berita

TB Hasanuddin/Net

Politik

TB Hasanuddin: Terdesak di Suriah, ISIS Ancam Indonesia

JUMAT, 23 DESEMBER 2016 | 07:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Terbunuhnya tiga terduga teroris di Tangerang Selatan dan tertangkapnya terduga teroris di Payakumbuh, Sumatera Barat serta di Deli Serdang, Sumatera Utara oleh pihak Kepolisian patut diapresiasi.

Wakil Ketua Komisi DPR, Tb Hasanuddin mengatakan, penemuan 14 bom usai baku tembak antara terduga teroris dengan kepolisian di Tangerang Selatan setidaknya sudah menyelamatkan nyawa masyarakat dari aksi teror yang sudah direncanakan pelaku teror.

"Saya apresiasi kepada aparat intelejen dan kepolisian yang berhasil menggagalkan rencana aksi teror yang akan dilakukan para pelaku teror di Tangerang Selatan, Payakumbuah, dan Deli Serdang. Dengan demikian teror bom yang bisa mengancam nyawa masyarakat tidak terjadi," ujar Hasanuddin di Jakarta, Jumat pagi (23/12).


Namun, Hasanuddin mengingatkan, aparat intelijen harus tetap kerja secara ekstra untuk membongkar secara tuntas jaringan-jaringan yang terkait dengan pelaku. Terlebih lagi, pelaku teror memiliki hubungan yang sangat kuat dengan jaringan teroris internasional.

"Kegiatan teroris harus diwaspadai, karena jaringan yang bergerak adalah jaringan internasional. Indikatornya,  kejadian di Tangerang Selatan, Payakumbuah, dan Deli Serdang  itu bersamaan dengan aksi teror bom di Yaman dan Turki," ungkap Hasanuddin.

Dengan demikian, sambung Hasanuddin, terduga teroris yang tertangkap di Tangerang Selatan, Payakumbuah, dan Deli Serdang sudah dipastikan sel dari Bahrun Naim.

"Sel Bahrun Naim masih berkembang terus," tutur Hasanuddin.

Terlebih lagi, lanjut Hasanuddin, setelah ISIS dihantam di Suriah, maka dampaknya jaringannya akan bergerak secara sporadis ke beberapa negara. Untuk di Asia Tenggara, kata Hasanuddin, jaringan ISIS cukup kuat di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

"Setelah ISIS dihantam di Suriah, mereka bergerak sporadis ke Filipina, Indonesia dan Malaysia," ujar Hasanuddin.

Untuk mengantisipasi aksi teror, Hasanuddin menyarankan agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh aparat intelijen dan Kepolisian saja. Masyarakat, tegas Hasanuddin, harus turut berpartisipasi.

"Target  mereka hampir sama  yaitu aparat atau  gereja, sehingga harus diwaspadai  saat Natal dan Tahun Baru. Namun itu bisa dihindari bila masyarakat turut berpartisipasi memberikan informasi yang mencurigakan. Rumah kontrakan dan kosan harus saling mengenal. Imigrasi juga harus ketat dalam memfilter warga negara asing yang masuk ke Indonesia," tukas Hasanuddin.

"Yang penting jangan takut, masalah teror ini adalah masalah nasional dan kita hadapi bersama sama untuk melawannya," demikian Hasanuddin. [ysa]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya