Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Polisi Jangan Dulu Puas, Rencana ISIS Bisa Jadi Ujian Maha Berat

KAMIS, 22 DESEMBER 2016 | 06:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kinerja polisi, khususnya Densus 88, yang berhasil mengungkap dan menemukan bom aktif serta menangkap terguda teroris patut diapresiasi setinggi-tingginya. Namun demikian, polisi tak boleh berpuas diri sebab saat ini ketahanan nasional Indonesia menghadapi ujian maha berat jika rencana ISIS membangun basis di Asia Tenggara tidak segera ditangkal.

"Beberapa indikasi sudah terlihat di permukaan. Untuk memperkecil atau melumpuhkan potensi ancaman itu, perlakuan hukum terhadap para terduga dan tersangka teroris harus ekstra tegas," kata Ketuaa Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 22/12).

Hari-hari ini, sambung Bambang, publik dikejutkan oleh temuan adanya bom aktif dan pemberitaan tentang keberhasilan Detesemen Khusus (Densus) mengungkap ditemukannya lagi adanya bom aktif dan menangkap terduga teroris baru. Mungkin, kasus ini bisa dilihat sebagai indikasi pertama, dan menjadi bukti bahwa sel-sel terorisme di dalam negeri masih sangat aktif, dan terus mencari ruang untuk merusak ketahanan nasional.


"Luar biasa karena mereka sudah berani mengincar Istana Negara sebagai target serangan," kata Bambang.

Indikasi kedua, sambungnya, adalah pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo  dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Berbicara di forum seminar Preventive Justice dalam Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme pada Selasa lalu (6/12), Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bahaya terorisme yang jaraknya semakin dekat ke Indonesia, karena kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah memilih dan membangun kawasan Filipina Selatan sebagai home-base di Asia Tenggara.

Sedangkan Presiden Duterte mengemukakan bahwa ISIS akan mendirikan kekhalifahan baru di empat negara Asia Tenggara, yakni Filipina, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.  Dalam sebuah pidatonya pada pekan kedua Desember 2016, Duterte mengingatkan warganya bahwa ISIS akan menjadi masalah bagi negara itu. Jika ISIS tidak mampu bertahan di Aleppo (Suriah) dan Mosul (Irak) mereka akan melarikan diri dan berangan-angan bisa mendirikan kekhalifahan yang akan meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei. Duterte kemudian mendorong rakyatnya untuk bersiap menghadapi ancaman terorisme.

Dalam pandangan Bambang, sikap dan respons masyarakat serta kelompok radikal di Filipina Selatan bisa dilihat sebagai indikasi ketiga. Masyarakat Filipina Selatan terkesan siap membantu ISIS merealisasikan wilayah itu sebagai basis. Kesiapan warga Filipina Selatan itu terindikasi dari banyaknya kegiatan penyanderaan atau pembajakan di perairan Filipina Selatan.

Tingginya intensitas pembajakan kapal itu, yang berujung pada permintaan uang tebusan bagi pembebasan para sandera, mengindikasikan bahwa masyarakat setempat, khususnya kelompok Abu Sayyaf, sedang mencari atau menggalang dana untuk menyiapkan ragam infrastruktur yang diperlukan ISIS.

"Indikasi keempat adalah kembalinya puluhan simpatisan ISIS warga negara Indonesia (WNI) ke tanah air," demikian Bambang. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya