Berita

Net

Kesehatan

Fatayat NU Tingkatkan Edukasi Pencegahan Kanker

RABU, 21 DESEMBER 2016 | 17:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kanker termasuk salah satu jenis penyakit tidak menular atau NCD (Non-Communicable diseases) yang menjadi penyebab kematian terbesar manusia di seluruh dunia. ‎Salah satunya adalah jenis kanker ovarium dan serviks yang menyerang perempuan di Indonesia.

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kanker ovarium dan kanker serviks, Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) bersama Roche dan stakeholder yang fokus pada isu terkait siap untuk memberikan sosialiasi dan edukasi tentang pentingnya memahami, mengetahui dan menghindari penyebab terjadinya kanker servik dan ovarium.

"Ini harus terus disosialisasi kepada ibu-ibu dan perempuan Indonesia. Fatayat menggandeng DR.Dr.H. Imam Rasjidi untuk menyosialisasikan ini kepada perempuan Fatayat khususnya dan sebanyak mungkin yang bisa kita jangkau," jelas Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini lewat siaran persnya, rabu (21/12).


Dilanjutkan Anggia, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2012, diperkirakan terdapat 14 juta kasus kanker baru yang muncul dan 8,2 juta kematian karena kanker di seluruh dunia. Diperkirakan akan terus meningkat menjadi 22 juta kasus dalam dua dekade ke depan.

Diperkirakan, sekitar 250 ribu perempuan di dunia terdiagnosa kanker ovarium tiap tahunnya. Kanker ovarium menduduki peringkat kedelapan kanker pada perempuan yang paling umum ditemukan di dunia dan menduduki peringkat ke tujuh kanker pada perempuan yang paling mematikan di dunia. Meskipun demikian, kanker ovarium memiliki potensi untuk dapat disembuhkan apabila terdeteksi dini. Mayoritas dari kaum perempuan terdiagnosa pada stadium lanjut karena ketidakjelasan gejala awal dan tidak adanya penapisan (screening) yang akurat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker ovarium stadium awal.

"Inilah peran kita semua," katanya.

Selain itu, data WHO menyebut bahwa saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahunnya terdeteksi lebih dari 15 ribu kasus kanker serviks, dan sekitar 8.000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian. Hal ini membuat kanker serviks menjadi pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia.

Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia. Kanker serviks menyumbang 0,08 persen dari semua kasus kanker. Yogyakarta memiliki jumlah tertinggi dari penderita kanker serviks di Indonesia. Banyak masyarakat awam yang belum mengetahui seluk beluk penyakit ini.

"Ini bisa dicegah lewat pencegahan primer. Melalui edukasi dan vaksinasi serta pencegahan sekunder yaitu skrining lesi prakanker melalui papsmear, IVA (Inveksi Visualisasi Asetat) atau kolposkopi," jelas Anggia. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya