Berita

Jaya Suprana

Menyerahkan Diri Ke Kehendak Yang Maha Kuasa

RABU, 21 DESEMBER 2016 | 16:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

RMOL 20 Desember 2016 memberitakan bahwa dua kendala besar yang menghalangi Ahok terpilih kembali sebagai gubernur DKI adalah putaran kedua Pilkada dan proses pengadilan. Karena rebound, trend dukungannya menaik kembali, Ahok bisa saja lolos di putaran kedua. Namun sentimen anti Ahok di kalangan mayoritas pemilih terlalu kuat untuk ditaklukan dalam waktu kurang dua bulan lagi.

Menurut pendiri Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA dalam analisa tutup tahun LSI, putaran pertama sentimen anti Ahok ini kurang perkasa karena sentimen ini terpecah kepada dua kubu: ke kubu Agus dan ke kubu Anies. Dalam proses hukum, jelas Denny JA, posisi Ahok sekarang bukan lagi tersangka, tapi sudah naik menjadi  terdakwa. Untuk inkrah sampai keputusan hukum final di tingkat Mahkamah Agung, butuh waktu tahunan. Dalam posisinya sebagai terdakwa, Ahok pun tak bisa menjabat gubernur sebagaimana merujuk pada pasal 83 UU Pemda, UU 23/2014.

"Seandainya Ahok, katakanlah dibantu oleh the Avengers: Spiderman, Iron Man plus dibantu pula oleh Superman dan Batman, mampu mengubah sentimen anti Ahok dalam waktu cepat agar menang pilkada, label terdakwa ini tetap membuatnya tak bisa menjabat gubernur lagi," tegas Denny JA.


Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap analisa komprehensif Denny JA, saya pribadi memiliki keyakinan beda dari beliau. Saya yakin Ahok sulit dikalahkan di Pilkada 2017. Keyakinan saya memang tidak berdasar analisa seilmiah analisa pendiri LSI nan komprehensif itu sebab hanya berdasar pengamatan organoleptik subyektif dengan sedikit bumbu spiritual terhadap fenomena Ahok.

Saya melihat fakta bahwa Ahok sejak mulai digadang-gadang menjadi Gubernur Jakarta bukan sekadar akibat Jokowi menjadi presiden namun benar-benar dipilih oleh rakyat, de facto sudah didukung tim pendukung luar biasa piawai dalam membentuk opini publik dengan optimal mendayagunakan segenap metode pemasaran termasuk rekayasa pembentukan opini publik  lewat media massa maupun media sosial. Tim pendukung Ahok memiliki kesaktian marketing luar biasa dahsyat sehingga mampu memasarkan produk buah durian seolah beraroma jeruk atau sebaliknya jeruk seolah beraroma durian, tergantung kehendak pihak pengguna jasa marketing. Tim pendukung Ahok makin dahsyat sebab didukung oleh laskar buzzer beraji Chandra Birawa patah-satu-tumbuh-seribu plus semangat rawe-rawe-rantas-malang-malang-putung siap menghabisi mereka yang dianggap potensial mengendala laju perjalanan Ahok menuju B-1 yang bahkan konon disusul tahta RI-1 .

Tim pendukung Ahok makin digdaya akibat konon didukung dana entah dari mana dalam jumlah seolah tanpa batas sehingga mampu menyesuaikan anggaran ke kebutuhan, bukan sebaliknya. Contoh The Avengers plus Superman-Batman yang digunakan Denny JA memang dramatis dan sesuai selera kelas menengah masa kini, namun menurut saya: The Avengers plus Superman-Batman ditambah sinergi Gatotkaca-Wisanggeni-Sukrosono-Anoman pun sulit mengungguli kesaktian Tim Pendukung Ahok. Saya yakin bahwa yang mampu menggagalkan Ahok pada Pilkada 2017 hanya  Kehendak Yang Maha Kuasa. Di alam demokrasi kita memang berhak memiliki kehendak masing-masing namun marilah kita bersama senantiasa sadar atas keterbatasan kemampuan diri kita sebagai sekadar manusia  biasa maka sewajibnya meletakkan kehendak diri kita masing-masing  di bawah Kekuasaan Kehendak Yang Maha Kuasa.

Penulis sepenuhnya tunduk kepada kehendak Yang Maha Kuasa


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya