Berita

Foto/Net

Bisnis

PTPN III Prioritaskan Restrukturisasi Utang Rp 14 Triliun Tahun Depan

SELASA, 20 DESEMBER 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding perlu merestrukturisasi utang yang mencapai Rp 14 triliun pada tahun depan. Restrukturisasi utang perbankan ini jadi program utama perusahaan.

"Untuk restrukturisasi utang perbankan ini kami akan meminta bank, renegosiasi perpanjangan jangka waktu, penurunan bunga, dan resecheduling pokok dan bunga," tutur Direktur Utama PTPN III Holding, Elia Massa Manik di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, program transformasi untuk menyehatkan kinerja PTPN III holding sejak Mei 2016 sudah berjalan sesuai jalur.


Hal ini ditandai dengan perbaikan sejumlah indikator seperti penurunan kerugian operasional menjadi Rp 226 miliar (diluar impairment) dari sebelumnya rugi Rp 613 miliar di Tahun 2015.

Pada saat yang sama, kata dia, holding juga membutuhkan injeksi dana segar sebesar Rp 13 triliun selama periode 2016 hingga 2018.

Sementara pihaknya, baru mendapatkan dana tersebut sebesar Rp 2 triliun tahun ini.

"Total fresh money injection yang dibutuhkan untuk 2-3 tahun ke depan sampai Rp 11 triliun. Tapi, untuk tahun depan saja kebutuhannya Rp 6 triliun," jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan dana sebesar Rp 6 triliun bertujuan untuk memperbaiki repayment capacity melalui peningkatan kinerja dan cost effectiveness.

"Dana 6 triliun untuk dua strategi yakni restrukturisasi fisik artinya perbaikan tanaman dan pabrik. Ada juga untuk investasi maupun ekspansi."

Ia optimistis, bisa mendapatkan dana segar baik dari bank swasta maupun bank pelat merah untuk mendapatkan kebutuhan dana tersebut.

Pasalnya, sampai saat ini untuk memperoleh dana tersebut masih dibicarakan dengan beberapa Bank.

"Yang sudah commit (mau memberikan pinjamannya) Bank BCA. Nilainya Rp 450 miliar. Sisanya sedang dibicarakan dengan state bank (bank negara)," katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, beberapa program peningkatan kinerja yang akan dilakukan seperti rehabilitasi dan peningkatan produktivitas tanaman, perbaikan kinerja dari sisi SDM (sumber daya manusia), revitalisasi pabrik guna meningkatkan kapasitas dan investasi tanaman dan nontanaman.

Hal ini perlu dilakukan mengingat sejumlah indikator telah menunjukkan perbaikan selama Tahun 2016 yakni peningkatan produktivitas karet sebesar 9 persen, teh naik 19 persen. Sedangkan komoditas kelapa sawit sedikit turun 7 persen.

"Replanting (penanaman ulang) selalu kami lakukan sebesar 5 persen setiap tahun dari total lahan yang ada," tandasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya