Berita

Park Geun Hye

Dunia

Ini Harapan Korut Setelah Pemecatan Park Geun Hye

SENIN, 19 DESEMBER 2016 | 22:08 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pemakzulan Presiden Korea Selatan, Park Geun Hye, baru-baru ini dinilai tidak akan mempengaruhi proses unifikasi Korea.

Meski begitu, Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) untuk Indonesia, An Kwang Il, berharap Korea Selatan akan memiliki pemimpin yang membawa negara tersebut lepas dari ketergantungan pihak asing.

Sebab lanjut An, Korea Selatan harus bisa mempertahankan sikapnya sesuai dengan prinsip dan kesepakatan yang mana kepentingan bangsa Korea menjadi kepentingan utama.


"Untuk menjaga proses unifikasi Korea supaya berjalan dan tercapai, mereka (Korea Selatan) harus berpegang teguh pada prinsip yang ada. Jika mereka terus mengikuti pengaruh asing (Amerika Serikat) maka kemajuan proses unifikasi akan sama saja," ungkap An dalam Kuliah Umum di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/12).

Sebelumnya, Parlemen Korea Selatan untuk pertama kalinya dimasa demokrasi memakzulkan Presidennya, yaitu Park Geun Hye. Keputusan dilakukan berdasarkan pemungutan suara. Sebanyak 234 suara mendukung Park dimakzulkan sedangkan, 56 sura menolak.

Park dimakzulkan lantaran terjerat skandal korupsi dengan orang kepercayaannya, Choi Soon Sil.

Dalam kasus ini, Choi memanfaatkan posisi Park sebagai Presiden Korea Selatan untuk kepentingan pribadinya. Selain itu, Choi juga dinilai terlalu ikut campur dalam penentuan kebijakan Park di pemerintahan. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya