Berita

Bisnis

Jonan Bandingkan Chevron Dengan Facebook

SENIN, 19 DESEMBER 2016 | 16:53 WIB | LAPORAN:

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Duri dan Lapangan Minas yang termasuk dalam Blok Rokan, Provinsi Riau.

Lapangan yang dikelola PT Chevron Pasific Indonesia ini berkontribusi terhadap 40 persen produksi minyak dalam negeri.

Dari hasil kunjungannya tersebut, mantan ‎Menteri Perhubungan ini menyindir Capital Market Chevron dengan membandingan terhadap Facebook. Menurutnya, kontraktor Migas asal Amerika Serikat yang sudah berdiri selama 150 tahun ini kalah jauh nilai pasarnya dibanding Facebook yang baru berusia 10 tahun.


‎Chevron global kapitalisasi atau harga perusahaannya per pekan lalu sebesar USD 222 miliar.

"Chevron itu umurnya 150 tahun. Facebook itu dibuat 10 tahun, yang buat tidak selesai sekolah. Rambutnya masih hitam tidak pakai kacamata. Nilai pasarnya itu per hari Jumat USD 348 miliar. Atau 1,5 kali lebih besar dari Chevron yang dibangun 150 tahun," ujarnya dalam diskusi Kinerja 2016 dan Outlook 2017 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (19/12).‎

Jonan mengatakan susah meningkatkan capital market Chevron jika tidak mengubah paradigma pengelolaan migas.

"Ini Chevron sampai orang Indonesia rambutnya putih Capital Marketnya masih kecil. Ini fakta," ujarnya sembari bercanda.

Menurut dia, indikasi tersebut menjadi bukti jika industri Migas dalam negeri masih belum kompetitif. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong kemampuan industri dalam negeri dengan melakukan perbaikan kebijakan-kebijakan yang mendukung peningkatan daya saing industri.‎

"Ini berarti industri ini tidak kompetitif menurut saya. Harus lebih kompetitif lagi. Market capitalnya Facebook 1,5 kali. Nggak usah sekolah market capitalnya bisa USD 348 miliar . Ini message yang ingin kami teruskan, Presiden ingin semua sektor industri semakin lama semakin kompetitif," pungkasnya.‎ [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya