Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Efek Positif dan Negatif Kenaikan Minyak Dunia Versi Indef

SENIN, 19 DESEMBER 2016 | 00:23 WIB | LAPORAN:

Ada dampak positif dan negatif akibat rencana kenaikan harga minyak dunia di 2017 mendatang.

Begitu dikatakan peneliti Indef, Abra Tallatov di Jakarta, Minggu (18/12).

Menurut dia, sisi positifnya, Indonesia bisa mendapatkan sumber penerimaan dari migas yang meningkat. Sementara, di sisi  lain jika tidak dicermati dengan baik justru menjadi beban fiskal, terutama untuk peningkatan harga bahan bakar.


"Apakah pemerintah ke depan ketika bahan bakar naik segera merespons dengan pemberian  subsidi energi, atau malah menurunkan seperti kecenderungan kebijakan dua tahun ini," jelas Abra.

Dia menjelaskan, pemerintah mau tidak mau harus memikirkan bagaimana kenaikan ini akan menyumbang ke inflasi dan akan menekan daya beli masyarakat.

Pemerintah, kata Abra lagi, juga diminta rasional dalam menentukan APBNP 2107 dengan kenaikan harga minyak dunia. Salah satu caranya, dengan membantu masyarakat melalui subsidi.

"Tapi saya tidak bisa memprediksi pemerintah apakah akan memberikan subsidi," urainya.

Abra mempertanyakan kembali apakah pemerintah akan melakukan subsidi sebagai bentuk perhatian terhadap golongan menengah ke bawah untuk mempertahankan daya beli dan daya produksi.

Subsidi, bagi dia, harus tetap dipertahankan, terutama subsidi listrik yang rencananya hendak dicabut. Kondisi saat ini dirasa belum tepat untuk mencabut subsidi listrik.

"Kita harapkan di tengah daya beli yang masih rendah, dan kebijakan pemerintah yang ingin perubahan dalam jangka pendek, tidak bikin kebijakan yang justru tidak mensejahterakan masyarakat," demikian Abra. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya