Berita

Net

Bisnis

Jaga Rupiah, Pemerintah Perlu Terapkan Pajak Modal Asing

MINGGU, 18 DESEMBER 2016 | 19:12 WIB | LAPORAN:

Pemerintah disarankan untuk mengenakan pajak kepada pemilik modal asing yang menarik dananya dari Indonesia atau tobin tax. Demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang selama ini kerap terguncang ketika dana asing banyak keluar dari spot Tanah Air.

Peneliti dari Institute Development of Economic and Finance (Indef) Abra P‎.G Talattov menjelaskan, selama ini pasar keuangan di Indonesia sangat ‎rentan dengan isu eksternal, salah satunya wacana kenaikan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat atau Fed Fund Rate. Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan opsi pengenaan tobin tax bagi dana asing yang keluar dari dalam negeri.

"Apakah itu ada ruang untuk mengenakan pajak terhadap dana asing tadi, yang kita sebut tobin tax. Jika itu bisa diberlakukan dan memungkinkan akan menjadi disinsentif buat pemilik modal tidak segera melarikan dananya," jelasnya dalam diskusi bertema 'Evaluasi Kinerja Anggaran 2016, Proyeksi Tata Kelola APBN 2016 dan Ekonomi Kedepan' di Kedai Tjikini, Jakarta (Minggu, 18/12).


Abra mengakui jika penerapan tobin tax dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan investor asing‎. Namun, jika hal itu dilakukan maka perekonomian Indonesia akan selalui dibayangi kondisi global yang tidak menentu.

"Pilihannya tinggal kita rugi dalam jangka pendek tapi akan menikmati dalam jangka menengah panjang, atau kita akan terus-terusan seperti saat ini," katanya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya