Berita

Net

Bisnis

Buruk Kelola Kas Negara, Pemerintah Kembali Berhutang

MINGGU, 18 DESEMBER 2016 | 17:22 WIB | LAPORAN:

Pemerintah akan kembali menambah utang luar negeri untuk menutupi kas negara yang jebol akibat pemasukan tidak sesuai harapan.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengkritik kinerja pemerintah yang tidak mengelola penerimaan negara dengan baik, sehingga APBN menjadi rapuh. Ditambah, pemerintah memaksakan terus menggelontorkan dana untuk pembangunan proyek infrastruktur yang ambisius.

"Ujung-ujungnya buka kran utang, duitnya dari mana mau bangun infrastruktur. Ada kebijakan-kebijakan yang mengarah untuk membuka kran utang karena sempitnya ruang fiskal kita," beber Sekjen Fitra Yenny Sucipto dalam jumpa pers bertema 'Evaluasi Kinerja Anggaran 2016, Proyeksi Tata Kelola APBN 2016 dan Ekonomi Kedepan' di Kedai Tjikini, Jakarta (Minggu, 18/12).


Dia melanjutkan, beberapa alokasi anggaran mengarah pada pembangunan infrastruktur dengan tidak dibarengi kinerja realisasi anggaran yang baik dari kementerian dan lembaga.

"Pada saat pemerintah mimpi membangun rencana-rencana kerja, proyek-proyek infrastruktur, justru menkeu tidak melakukan optimalisasi penerimaan negara," kritik Yenny.

Sementara, kebijakan tax amnesty tidak cukup memberi kontribusi besar bagi pemasukan negara. Yenny khawatir kebijakan pemerintah yang tidak mempedulikan sisi penerimaan negara akan berakhir dengan cara berhutang.

"Tidak ada jalan lain selain utang. Harusnya kita cari solusi agar kita tiap tahun tidak gali lubang tutup lubang," jelasnya.

Lebih jauh, dia memaparkan bahwa penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan sumber daya alam baru sebesar 33,1 persen. Ditambah lagi terdapat 60 persen perusahaan asing di Indonesia yang tidak membayar royalti.

Selain berhutang kepada lembaga keuangan dunia atau negara lain di khawatirkan nantinya pemerintah akan mengarahkan BUMN untuk ikut berhutang. Dia menyebut, empat BUMN perbankan telah menjual asetnya.

"Bagaimana membiayai rencana kerja pemerintah yang mimpinya sangat tinggi tapi tidak ada duit. Duitnya nanti ya dari utang," tegas Yenny. [wah] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya