Berita

Eko Patrio (berkaca mata)/Net

Politik

Senin Lusa Eko Patrio Akan Laporkan Tujuh Media Online Ke Bareskrim

SABTU, 17 DESEMBER 2016 | 20:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota DPR Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) telah mensomasi tujuh media online untuk meminta maaf.

Ketujuh media tersebut tidak pernah mewawancarainya terkait berita bahwa penangkapan terduga teroris di Bekasi sebagai pengalihan isu kasus penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sampai saat ini, pihaknya masih memantau apakah media tersebut sudah meminta maaf.


"Jadi 7 media online itu masih kita pantau. Kita kasih 1x24 jam atau lebih ya," jelas kuasa hukum Eko, Ferry Firman Nurwahyu saat dihubungi (Sabtu, 17/12).

Namun, terlepas apakah meminta maaf atau tidak, ketujuh media online tersebut tetap akan dilaporkan Bareskrim Senin lusa (19/12).

"Ya dilaporkanlah. Besok Senin (19/12) kita laporkan ke Bareskrim. Masalah dia mau minta maaf, belakangan kan orang sudah kacau dibikinnya. Itu kan tulisan berhari-hari, dia sudah bikin kegaduhan dan merugikan orang," kata Ferry.

Dia menjelaskan sumber atau asal usul berita imajiner itu akan menjadi jelas saat kepolisian memanggil dan memeriksa para pihak tersebut.

"Nanti kita akan kenakan sesuai undang-undang yang berlaku apakah kita gunanakan UU ITE atau juncto pasal-pasal yang ada di KUHP," tukas Ferry, seperti dilansir RMOLJakarta. [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya