Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

DPR Ingatkan Kemenhub Harus Kerja Keras Hadapi Natal Dan Tahun Baru

JUMAT, 16 DESEMBER 2016 | 09:46 WIB | LAPORAN:

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) harus maksimal bekerja keras untuk menyiapkan sarana dan prasarana infrastruktur perhubungan darat, laut, dan udara dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru 2017.

"Agar kejadian Brebes Exit atau Brexit tidak terjadi lagi dan tidak ada korban," kata anggota Komisi V DPR, Nizar Zahro dalam keterangannya, Jumat (16/12).

Nizar memaparkan, prediksi penumpang angkutan darat, laut, udara dan kereta api pada libur Natal dan Tahun Baru 2017 mencapai 17,9 juta penumpang. Angka ini meningkat lima persen dibandingkan tahun lalu sebesar 17,03 juta penumpang.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahkan telah perkirakan kenaikan jumlah penumpang sebesar 0,28 persen dari sebelumnya 2.586.787 penumpang menjadi 2.594.030 penumpang.

Untuk angkutan penyeberangan misalkan, urai Nizar lagi, pada libur Natal dan Tahun Baru 2017 diprediksi naik 0,27 persen dari sebelumnya 1.812.972 penumpang menjadi 1.817.781 penumpang.

Kemudian untuk angkutan udara, diprediksi naik cukup besar. Jika pada Natal dan Tahun Baru 2016 jumlah penumpang angkutan ini sebesar 6.522.693 pada Natal dan Tahun Baru 2017 diprediksi mencapai 7.113.456 penumpang atau naik 9 persen. Perkirakan ada pergerakan yang besar pada angkutan udara.

"Saya berharap agar data jumlah penumpang yang disampaikan Menteri Perhubungan seimbang pelayanan-pelayanan kepada masyarakat apalagi diprediksi naik jumlah penumpangnya," harapnya.

Untuk angkutan laut diprediksi naik dari 840.023 penumpang menjadi 856.823 penumpang atau naik dua persen. Dan angkutan kereta api naik dari 5.272.075 penumpang menjadi 5.570.543 penumpang.

"Kemenhub wajib menyiapkan prasarana untuk seluruh moda angkutan penumpang tersebut. Dia juga menetapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2017 pada ‎18 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017," pungkasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya