Berita

Bisnis

Larangan Ekspor Mineral Mentah Layak Dipertahankan

KAMIS, 15 DESEMBER 2016 | 10:33 WIB | LAPORAN:

Kebijakan larangan ekspor mineral mentah yang berlaku sejak Januari 2014 berdampak positif terhadap menurunnya praktik pertambangan ilegal, mendorong perkembangan industri pengolahan jadi berkembang, pertumbuhan ekonomi meningkat, dan mengurangi laju degradasi lingkungan.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia merekomendasikan agar kebijakan larangan ekspor tersebut wajib dipertahankan.

Peneliti Senior LPEM UI, Uka Wikarya mengatakan, larangan ekspor mineral mentah, termasuk bauksit yang sudah berlaku selama sekitar dua tahun dimaksudkan memberikan manfaat sebesar-besarya bagi perekonomian nasional.


"Manfaat tersebut telah terasa, kendati belum maksimal, karena kebijakan tersebut memberikan mata rantai  yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara makro," kata Uka di Hotel Century Park, di sesi konpres Dampak Positif Dua Tahun Penerapan Larangan Ekspor, Kamis (15/12).

Pelarangan ini juga berimplikasi terhadap pengurangan perusakan lingkungan, dan meningkatnya multiplier efek dengan bertumbuhnya industri smelter.

lndikasi praktek pertambangan illegal bauksit misalnya, terlihat dari adanya eskalasi ekspor bauksit yang massif ke negara tetangga mencapai 27 juta ton pada 2015 dari 40 ribu ton pada 2013.

Potensi penerima negara yang hilang dari ekspor ini mencapai Rp 290 miliar. Namun, karena larangan ekspor, produksi tambang bauksit yang masif tersebut menurun drastis dan diarahkan untuk membangun industri pertambangan dalam negeri yang berkesinambungan.

Kebijakan larangan ekspor memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menata kembali praktik pertambangan yang berkesinambungan, serta tidak saja mengutamakan jumlah produksi, tetapi juga nilai tambah dari mata rantai industri smelter yang memberikan efek ganda terhadap perekonomian, pelestarian lingkungan, dan masyarakat lokal.

"Kebijakan larangan ekspor Bauksit terbukti mendorong adanya pendirian sejumlah industri pengolahan bijih bauksit di dalam negeri," bebernya.

Hal ini berdampak positif terhadap ekonomi, antara lain nilai ekonomisnya meningkat menjadi 13,6 kali lipat. 1 ton bauksit dengan harga US$40 diolah menjadi 650 kilogram alumina, dengan harga yang meningkat sekitar 208 dolar AS atau 5,2 kali lebih tinggi, dan apabila diolah kembali akan menghasilkan 325 kilogram aluminium dengan harga sekitar 546 dolar AS atau lebih tinggi 2,6 kali dari harga alumina.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya