Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Mobil-Mobil Jadul Havana

KAMIS, 15 DESEMBER 2016 | 07:52 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BERSAMA Ernesto "Che" Guevara, akhirnya Fidel Castro berhasil makar terhadap pemerintahan Fulgencio Batista pada 8 Januari  1959.

Pada masa itu Havana sebagai ibukota Kuba merupakan pusat perjudian, pelacuran dan kehidupan malam bagi para mahakayarayawan, bintang film dan selebriti dari Amerika Serikat. Dapat dikatakan bahwa pada masa Batista, Havana bahkan lebih gemerlap ketimbang Las Vegas. Jalan-jalan raya Havana masa Batista, dipadati mobil-mobil mewah produksi Amerika Serikat. Konon populasi Cadillac terbesar di dunia pada masa itu bukan di New York, Chicago atau Los Angeles, namun justru di Havana.

Setelah Batista bersama para warga mahakayaraya AS melarikan diri dari Kuba, maka sekitar 150.000 mobil mewah AS produksi tahun 50-an tertinggal di Havana. Mobil-mobil mewah tersebut tentu saja lekang dimakan zaman namun warga Kuba tidak bisa membeli suku-cadang dari AS akibat embargo ekonomi yang dilakukan AS terhadap Kuba setelah dipimpin Fidel Castro.


Akibat keterpaksaan maka warga Kuba malah menjadi kreatif swasembada membuat suku-suku cadang mobil-mobil mewah AS secara mandiri tanpa ketergantungan pada AS. Apabila Anda di masa kini ingin melihat dan mengendarai mobil-mobil tua buatan AS tahun 50-an maka silakan datang ke Havana.
Ibukota Havana, terutama kawasan kota tua, memang indah namun tidak ada yang lebih indah ketimbang menyaksikan mobil-mobil AS produk tahun 50-an baik yang dengan atap tertutup mau pun terbuka bukan nongkrong tanpa gerak di museum namun berkeliaran secara leluasa dan bebas merdeka di sepanjang jalan raya mau pun jalan tikus di Havana tahun 2016.

Di Havana dapat disaksikan mobil-mobil jadul merek Oldsmobile, Chevrolet, Buick, Ford, Plymouth, Cadillac dalam kondisi terpugar berkat kreatifitas swasembada suku-cadang buatan warga Kuba.

Saya dan ibu Ayla sempat menikmati mobil tua Ford Thunderbird tahun 52 warna kuning menyala dengan atap yang bisa dibuka-tutup alias convertible sehingga bisa menghirup udara segar di saat tidak hujan dengan atap terbuka namun juga tidak basah-kuyup di saat hujan turun dengan atap tertutup.
Hanya saja ketika menelusuri boulevard Malecon, percikan air dari terpaan gelombang ke pantai Havana harus cermat dihindari agar interior mobil terbuka yang kami tunggangi tidak tergenang air laut.  Yang menarik, mobil Ford 1952 yang kami tunggangi ternyata mesinnya hanya bisa mati apabila ditiup lewat pipa karet dengan teknologi entah bagaimana.

Anda seolah sedang menempuh perjalanan ke masa lalu dengan mesin-waktu sehingga dapat menikmati suasana Havana pada tahun 2016 seolah berada pada dekade 50an abad XX. Di samping mobil-mobil made in USA terlihat pula mobil-mobil buatan Uni Sowyet seperti Moskwitch , Wolga, Gaz masih berkeliaran di sana-sini.

Setelah adik dan penerus Fidel Castro, Raoul Castro mulai membuka pintu-gerbang Kuba bagi mobil-mobil buatan Jepang, Korea Selatan dan RRChina maka mobil-mobil jenis tidak tua mulai tampil di jalan-jalan raya Havana.

Maka apabila Anda masih ingin menikmati  mobil-mobil jadul buatan AS tahun 50an abad XX  bukan di dalam ruang tertutup museum namun di udara terbuka di jalan raya maka sebaiknya jangan terlalu lama menunggu untuk berkunjung ke Havana, Kuba. Sebab dikuatirkan mobil-mobil jadul tetapi indah atau indah tapi jadul itu akan lambat namun pasti akan digantikan dengan mobil-mobil baru tetapi lazim maka biasa-biasa saja seperti di kota-kota lain belaka. Keunikan Havana akan tiada lagi. [***]

Penulis adalah pembelajar keanekaragaman kebudayaan dunia

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya