Berita

Pertahanan

Dewan Mau Evaluasi Hak Politik TNI, Begini Respon Jenderal Gatot

RABU, 14 DESEMBER 2016 | 00:49 WIB

Evaluasi hak suara untuk TNI dalam pemilu dapat dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Sebab, pemilu serentak tahun 2024 sudah selesai masa transisi.

Hal itu dikatakan Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu Lukman Edy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12).

"Masa transisi itukan sekarang, untuk mencapai keserentakan full 100 persen sempurna di tahun 2024,” jelasnya.

"Kalau evaluasi di tahun 2019 itu misalnya masyarakat kita menyatakan siap, TNI dan Polri pun siap, maka tahun 2024 sudah bisa kita implementasikan dan praktikan,” sambung politikus PKB ini.

Lukman menilai, ini menjadi bagian dari diskursus. Tujuannya untuk melihat kesiapan masyarakat ketika TNI dan Polri ikut memilih. Menurut Lukman, apabila TNI dan Polri dapat ikut serta, tentu akan menjadi sebuah kemajuan bagi Indonesia.

"Karena negara-negara maju dimana pun, TNI dan Polri ikut memilih,” tuturnya.

Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan melakukan evaluasi usai Pemilu Serentak pada tahun 2024. Pasalnya, MK telah memutuskan bahwa pemilihan presiden, wakil presiden, DPD, DPRD, DPR dan kepala daerah secara serentak dilakukan di tahun 2024.

"Dievaluasi pada 2024 mendatang. Saat ini belum diketahui,” jelasnya setelah mengikuti rapat dengan Pansus RUU Pemilu di lokasi yang sama.

Yang terpenting saat ini, lanjut Gatot, TNI dan Kepolisian RI tetap fokus dalam mengamankan jalannya pesta demokrasi mendatang. "Pemilihan secara bersamaan inikan dibutuhkan konsentrasi,” demikian ungkap Jenderal bintang empat ini. [mag/sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya