Ma'mun Murod Al-Barbasy/Net
Ma'mun Murod Al-Barbasy/Net
PUBLIK tentu masih ingat waktu terjadi penggerebekan seorang teroris di Temanggung beberapa tahun yang lalu, yang sampai live di televisi-televisi nasional berjam-jam, di mana Densus 88 mengerahkan semua kemampuannya, sampai robot penjinak bom pun dikerahkan untuk menangkap seorang yang diduga teroris.
Pertanyaannya sederhana, apa bener di dalam rumah itu ada orang yang diduga teroris itu? Kalaulah ada, apa untuk menangkap seorang teroris harus pamer kekuatan begitu rupa? Katanya Densus 88 mempunyai kemampuan lebih dalam aksi pelumpuhan teroris. Kalau saya sih menduga itu penggerebekan tipu-tipu saja. Tak ada itu orang yang diduga teroris di dalam bangunan jelek itu.
Dua hari lalu publik yang lagi asik membincang pasca "wuquf" dalam Aksi 212 dan sedang mendiskusikan kapan waktunya utk "lempar jumrah" (harap dipahami secara guyon), tiba-tiba dikejutkan oleh berita tentang ditemukannya "bom ricecooker" seberat 3 kilogram yang konon akan digunakan untuk meledakkan Istana Negara. Saya memang awan sama sekali tentang urusan bom, tapi mendengar berita seperti itu, apalagi sampai tayang live, saya geli juga. Dalam hati saya bicara: "Ini dagelan apalagi? Masa sih orang yang diduga akan meledakan Istana Negara tampilannya tidak cukup meyakinkan dan bomnya ditemukan di Bekasi". Maaf ya, saya kok sangat tidak yakin dengan bom temuan Bekasi tersebut. Saya menduga kuat, itu tipu-tipu saja. Biasa, dugaan saya hanya sekadar untuk pengalihan itu.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
UPDATE
Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21
Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04
Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01
Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58