Berita

Yusril Ihza Mahendra

Hukum

Yusril: WN China Tanam Cabai Berbakteri Berbahaya Itu Subversif, Jangan Dianggap Sepele

JUMAT, 09 DESEMBER 2016 | 16:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pihak Kepolisian dan Badan Intelijen Negara harus turun tangan menyelidiki motif empat warga negara China menanam cabai secara ilegal di perbukitan kawasan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Bogor. Kasus tersebut bukan lagi kewewangan pihak Imigrasi dan Badan Karantina Pertanian untuk menanganinya.

"Perintahkan BIN selidiki motifnya & perintahkan polisi tegakkan hukum pd pelakunya. Amankan negara, lindungi rakyat," jelas pakar hukum Prof. Yusril Ihza Mahendra lewat akun Twitter-nya (Jumat, 9/12).

Empat WNA diamankan petugas Imigrasi Bogor pada 8 November 2016 lalu karena pelanggaran izin tinggal. Keempat WNA itu bercocok tanam cabai. Badan Karantina Pertanian sudah menyita 5.000 batang cabai ilegal tersebut. Karena benih cabai yang dibawa dari China itu mengandung bakteri yang masuk dalam golongan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) golongan A1.


"Membahayakan tanaman sejenis, jelas bukan kegiatan petani biasa. Polisi patut menduga ini adalah kegiatan sengaja yg terencana dg rapi," sambung Yusril.

Dalam bahasa politik, dia menjelaskan, kegiatan tersebut dapat digolongkan sebagai sebuah infiltrasi atau subversi untuk meruntuhkan ekonomi suatu negara. Bayangkan kalau cabai, bawang dan aneka sayuran kita musnah karena bakteri yang belum ada penangkalnya, negara pasti impor bahan-bahan tersebut.

"Darimana impornya? Tentu dari negara yg melakukan infiltrasi dan subversi untuk melemahkan ekonomi negara kita," ungkapnya.

Akibatnya petani kita jadi miskin dan tak berdaya, sementara semakin banyak bahan-bahan kebutuhan yang harus diimpor. "Saya minta polisi menyelidiki masalah ini. BIN juga harus mencari tahu apa maksud dibalik WN China yg menanam cabe berbahaya itu," tegas mantan Menteri Hukum dan HAM ini.

Dia mengingatkan apa yang dilakukan warga China tersebut jangan dianggap sepele oleh negara. Kegiatan infiltrasi dan subversi dari negara lain harus diwaspadai dan ditangkal. "Keselamatan negara harus diutamakan. Jaga kekuatan dan ketahanan nasional kita dari setiap bentuk infiltrasi!" demikian Yusril Ihza Mahendra.[zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya