Berita

Salamuddin Daeng

Politik

Meski Seribu Aktivis Ditangkap, Pemerintahan Jokowi Tak Bisa Diselamatkan

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 12:53 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

PEMERINTAHAN Jokowi sudah sekarat dari awal. Dia naik ke tampuk kekuasaan tepat di saat dunia sedang runtuh. Ekonomi dunia dilanda turmoil yang hebat. Alam tidak berpihak kepada pemerintahan ini sejak awal mula meletakkan dasar dasar ambisi ekonominya.

Bagaimana bisa?  Begitu presiden Jokowi berkuasa, harga komoditas langsung jatuh, langsung ambruk, tanpa tendang aling harga minyak berada pada titik terendah sepanjang sejarah krisis. Padahal Indonesia sangat bersandar pada harga komoditas, yakni pendapatan dari minyak, ekspor ke luar, jual ke rakyat mahal. Begitu caranya rezim bekerja.

Tidak hanya harga komoditas sumber pembiayaan global, dari sumber utang juga sulit. Suku bunga global merangkak naik. Biaya asuransi global merangkak naik. Rating utang Indonesia merosot. Indonesia bisa dapat utang tapi bunganya setinggi langit. Pemerintahan Jokowi bahkan mau mengais utang pada tingkat bunga diatas 10%.


Pemerintahan Jokowi membangun ambisi diatas ideologi kapitalisme neoliberalisme. Dia masuk dalam neoliberalisme tahap akhir yakni finansialisasi sektor infrastruktur. Menyerahkan barang publik seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, telekomunikasi, rumah sakit dan fasilitas publik lainnya dibawah kendali swasta untuk dijadikan dasar pemulihan pasar keuangan.

Pembangunan Jokowi diletakkan di atas tiga pilar utama, 1. Pembangunan ditopang oleh investasi asing dan utang luar negeri negeri. 2. Pemenuhan kebutuhan rakyat bersandar pada barang barang impor. 3. Pembiayaan negara dilakukan dengan memasak rakyat dengan pajak tinggi dan mobilisasi utang negara. Ketiga dasar kebijakan tersebut jelas  menistakan Pancasila dan UUD 1945 ideologi dan dasar negara RI.

Tapi jagat raya tidak berkenan pada rencana pemerintahan Jokowi tersebut. China yang hendak dijadikan sandaran untuk pembiayaan pembangunan atau sumber investasi Jokowi berada pada puncak krisis gelombang keungan sektor property yang ganas. Utang publik china sudah mencapai 280 persen PDB-nya. China akan runtuh dengan lebih memalukan dibandingkan Amerika Serikat (AS).

Sisi lain rakyat yang tengah berusaha dikeruk dengan pajak tinggi, bunga tinggi, ternyata tidak memiliki kemampuan. Daya beli jatuh, konsumsi jatuh, penjualan kendaraan bermotor jatuh, penjualan properti nihil, penerimaan pajak jatuh. Publik heran mengapa pemerintahan ini dilanda kesialan bertubuh-tubi?

Pemerintahan Jokowi berada pada pusaran krisis gempa dan krisis puting beliung dengan kaki sebelah telah masuk ke dalam jurang. Tidak bisa diselamatkan dengan pengalihan isue dan pencitraan. Rakyat melawan dimana-mana oleh karena ketimpangan ekonomi yang menyeramkan, 70 persen uang dan kekayaan dikuasai kurang dari 1 persen orang.

Jadi meski 1.000 aktivis, politisi dan ekonom yang kritis kepada pemerintah ditangkap, pemerintahan ini tidak bisa diselamatkan. Bubar tanpa makar. [***]

Penulis adalah Koordinator Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50

Nusron Bersama Wamenhan dan KSAU Bahas Penataan Aset Pertanahan TNI AU

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27

Gatot Nurmantyo Berharap Presiden Keluarkan Dekrit Sesuai Amanat AD/ART Gerindra

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35

Rocky Gerung: Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12

Wali Kota Agustina Gelar Nobar Dukung Celyna Grace di Indonesian Idol Season XIV

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31

PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 108,58 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Jangan Cuma Formalitas bagi Parpol

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47

Pasal Kerugian Negara Dianggap Tidak Efektif Berantas Korupsi

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25

Selengkapnya