Berita

Otomotif

Pemantau Penerbangan Nir Radar Berbasis ADS-B Karya Anak Bangsa

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 02:58 WIB | LAPORAN:

. Kemampuan anak bangsa dalam menghasilkan teknologi mumpuni kembali dibuktikan dengan terciptanya suatu alat navigasi penerbangan yang mampu menangkap informasi yang dipancarkan pesawat.

Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) merupakan alat yang dikembangkan mampu menangkap sinyal dari transponder pesawat sipil dalam radius 200 mil, sehingga setiap pergerakan pesawat akan terdeteksi.

Saat ini Indonesia telah memiliki 31 Ground Station ADS-B yang dapat mencakup seluruh ruang udara Indonesia untuk phase En-route, meliputi 10 Ground Station terintegrasi dengan Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) dan 21 Ground Station terintegrasi dengan Makassar Air Traffic Service Center (MATSC). Namun keseluruhan peralatan ADS-B yang terpasang masih merupakan produk negara lain.


PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bawah koordinasi Kementerian Riset, Teknogi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berhasil mengembangkan produk ADS-B. Peralatan ini dapat msndeteksi pesawat di landasan pacu bandara hingga jarak lebih dari 250Nm yang bisa diperoleh pada ketinggian di atas 29.000 kaki.

PT. INTI telah membuat produk ADS-B yakni dua unit dipasang di Menara Pusat Teknologi Elektronika, Puspiptek Serpong dan satu unit akan dipasang di Curug.

Pada 2017 ADS-B direncanakan akan diuji coba di Bandara Papua dan selanjutnya akan disertifikasi. ADS-B yang telah disertifikasi akan diproduksi massal oleh PT. INTI untuk digunakan di bandara-bandara di Indonesia.

ADS-B dapat terwujud berkat kerja sama dan dukungan dari para pemangku kepentingan yaitu Kemenristekdikti, Kementerian Perhubungan, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, PT. INTI dan BPPT.

Menristekdikti Mohammad Nasir dalam kunjungannya ke kantor Airnav Indonesia di Jakarta Air Traggic Service Center Bandara Soekarno-Hatta mengatakan tugas Kemenristekdikti adalah melakukan riset yang bermanfaat bagi masyarakat baik dunia usaha maupun umum. Salah satu hasil riset tersebut adalah ADS-B.

"Ini sudah tahap delapan menuju sembilan technology readiness level-nya. Oleh karena itu regulasi tentang sertifikasi terhadap produk akan dilakukan Kementerian Perhubungan, sekaligus juga sebagai penggunanya. Ini adalah kemajuan yang sangat baik. Dalam tahun depan sudah jadi produk yang bisa dimanfaatkan oleh perhubungan," jelas Nasir dalam keterangannya, Rabu (7/12).

Menurutnya, jika produk tersebut sudah memenuhi kualifikasi langkah berikut akan dibuatkan sertifikasi dalam beberapa minggu ke depan.

Hal senada disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa kunci keberhasilan produk adalah hilirisasi. Untuk itu pihaknya akan segera meminta PT INTI untuk melakukan proses produksi.

Riset ADS-B sendiri telah dilakukan mulai 2007. Kepala BPPT Unggul Priyanto menyebut biaya yang dikeluarkan kurang lebih sekitar Rp 15 miliar. Adapun alat telah diuji coba di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandara Ahmad Yani Semarang.

Desain konfigurasi telah diuji fungsi di Laboratorium Navigasi BPPT dan memenuhi ED-129, DO-260B dan Asterix CAT21 v.0.23, 0.26, 2.1. Integrasi ke Testbed di EJATSC dilakukan sejak Juni 2016 dan sampai saat ini tidak ada kendala.

Terdapat 295 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia yakni 13 bandara di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura I, 14 bandara di bawah Angkasa Pura II, dua bandara di bawah pengelolaan TNI, 239 bandara di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara, dan 27 bandara di bawah UPT daerah.

Dari total 295 yang ada, sekitar 255 bandara non radar diantaranya berpotensi membutuhkan perangkat ADS-B untuk Mini ATC dan Surface Movement Monitoring, serta penambahan Ground Station di lokasi lain. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya