Berita

Rachmawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Rachmawati: Mendatangi Gedung MPR RI Bukan Untuk Menduduki

RABU, 07 DESEMBER 2016 | 16:02 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Tokoh nasionalis Rachmawati Soekarnoputri membantah dengan tegas tuduhan pihak kepolisian atas rencana menggulinggan pemerintahan yang sah atau makar bersama beberapa tokoh lain.

"Dalam kesempatan ini saya membantah dengan keras bahwa saya tidak melakukan makar sama sekali. Dan tidak ada upaya makar terhadap pemerintahan yang sekarang," jelasnya saat memberikan keterangan pers di kediaman, Jalan Jatipadang Raya 54, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (7/12).

Menurut Mbak Rachma, begitu dia disapa, dirinya paham rambu-rambu hukum tidak mungkin dirinya melakukan upaya menggulingkan pemerintahan yang sah. Dia memastikan tuduhan mau melakukan makar adalah tidak berdasar.


Mbak Rachma menjelaskan, pada dasarnya rencana menyambangi Gedung MPR/DPR RI pada 2 Desember lalu bukanlah untuk menduduki parlemen, melainkan sebagai upaya mendesak pengembalian UUD 1945 kepada naskah aslinya.

"Andaikata ada penggiringan opini seolah saya ingin menduduki Gedung DPR sekali lagi saya tegaskan saya berada di luar (Gedung DPR)," tandas pendiri Partai Pelopor tersebut.

Pada Jumat dini hari lalu, (2/12) Rachmawati beserta sembilan aktivis lain ditangkap petugas Polda Metro Jaya di lokasi berbeda. Usai melakukan penggeledahan dan membacakan surat penangkapan, Rachmawati dibawa ke Mako Brimob.

Setelah lebih dari 12 jam diperiksa di Satuan I Detasemen A Gegana, Rachmawati akhirnya dilepaskan dengan diberikan status tersangka dugaan makar dan permufakatan jahat. [wah]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya