Berita

Ali Akbar/Dok

Nusantara

Jenis batuan Stonehenge Inggris Serupa Situs Gunung Padang

SELASA, 06 DESEMBER 2016 | 10:57 WIB | LAPORAN:

Hasil riset Situs Gunung Padang kembali dipresentasikan di luar negeri. Setelah dilakukan di Korea Selatan, Jerman, Tiongkok, kini dilakukan di Inggris.

Arkeolog Dr. Ali Akbar melakukan presentasi di Coventry University pada tanggal 23 November 2016 dilanjutkan dengan kunjungan ke peninggalan arkeologi Stonehenge dan Swansea University di Wales.

Presentasi hasil riset di Coventry University dihadiri para pakar dari berbagai bidang ilmu. Coventry University tergolong universitas ternama dan memperoleh Winner University of the Year 2015 dari Times Higher Education Awards.


"Beberapa usulan kelanjutan riset disampaikan oleh para ahli yang hadir terutama dikaitkan dengan budaya maritim," kata Dr Ali Akbar kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat yang lalu (Selasa, 6/12).

Usai presentasi, Dr. Ali Akbar melakukan kunjungan ke Situs Stonehenge yang tercatat sebagai World Heritage Unesco. Susunan batuan situs ini menurut para peneliti secara umum terdiri atas dua jenis batuan yakni Sarsen dan Bluestone.

"Struktur batuan Bluestone diperkirakan disusun manusia pada sekitar 2500 Sebelum Masehi bahkan mungkin lebih tua lagi. Pada masa lalu Bluestone diperkirakan diambil dari Wales dan dibawa ke Inggris dan disusun menjadi Stonehenge," jelas Ali Akbar.

Pengamatan yang dilakukan oleh Dr. Ali Akbar yang banyak melakukan riset di Situs Gunung Padang menghasilkan sesuatu yang menarik. Menurutnya jenis batuan Stonehenge yakni Bluestone sejenis dengan batuan yang digunakan untuk membuat Situs Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat. Batuan tersebut tergolong batuan beku yang disebut Kekar Tiang atau Columnar Joint. Situs Gunung Padang yang berusia 5200 Sebelum Masehi disusun dengan menggunakan ribuan potong columnar joint.

"Jelaslah kiranya bahwa pada masa prasejarah, manusia memandang penting dan istimewa batuan yang berukuran panjang dengan penampang atau irisan yang umumnya berbentuk segilima tersebut," ujar arkeolog UI ini.

Usai kunjungan ke Stonehenge, Dr. Ali Akbar melanjutkan perjalanan menuju Swansea University di Wales. Universitas ini banyak menyimpan hasil riset Alfred Russel Wallace, ilwuwan kenamaan pada abad ke-19 Masehi yang antara lain melakukan riset di nusantara. Rencana riset ke depan terutama untuk meneliti sumber batuan Stonehenge di Wales juga dibicarakan dengan para peneliti di universitas tersebut.[wid]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya